JAKARTA, investortrust.id - Sesuai prediksi, mengawali perdagangan pekan ini, kurs rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat Senin (9/12/2024) pagi. Dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah menguat 10 poin (0,06%) ke level Rp 15.834/USD. Sebelumnya, Yahoo Finance merilis, kurs rupiah ditutup di posisi Rp 15.844/USD pada perdagangan terakhir Jumat pekan lalu.

"Tingkat pengangguran AS naik menjadi 4,2% pada November 2024, dari 4,1% pada bulan sebelumnya. Ini sesuai dengan ekspektasi pasar," kata Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro dalam keterangan di Jakarta, Senin (9/12/2024)

Baca Juga

Kurs Rupiah Diperkirakan Cenderung Menguat Senin

 

Inflasi AS Diprediksi Naik

Ia menjelaskan, pergerakan mata uang rupiah terhadap dolar tidak lepas dari sejumlah sentimen terkait fundamental perekonomian AS. Rilis terbaru, perekonomian AS menambah 227 ribu lapangan pekerjaan pada November 2024, menandai pemulihan yang kuat dari kenaikan 36 ribu pada Oktober 2024, yang sangat dipengaruhi oleh pemogokan Boeing dan gangguan karena Badai Helene dan Milton.

Minggu ini, sorotan di AS akan tertuju pada laporan Consumer Price Index (CPI), dengan inflasi tahunan diperkirakan naik menjadi 2,7%, tertinggi dalam empat bulan, naik dari 2,6% pada Oktober 2024. Sedangkan, inflasi bulanan diproyeksikan tetap 0,2% dan inflasi inti kemungkinan akan tetap stabil 3,3% secara tahunan dan 0,3% secara bulanan.

"Selain itu, inflasi produsen tahunan diperkirakan naik menjadi 2,5% dari 2,4%, sementara tingkat bulanan terlihat naik menjadi 0,3% dari 0,2%. Producer Price Index (PPI)  inti diperkirakan meningkat menjadi 3,3% secara tahunan dari 3,1%, sementara tingkat bulanan akan tetap di 0,3%," sebut Andry.

Baca Juga

Sepekan, Asing Jual Neto Rp 5,13 Triliun di Pasar Keuangan

Kurs Bank Mandiri sebelumnya mencatat, mata uang rupah pada Jumat (6/12/2024) terapresiasi sebesar 0,1% menjadi Rp 15.850/USD, namun masih terdepresiasi sebesar 2,9% year to date. Kurs mata uang Garuda terhadap greenback hari ini diperkirakan Andry kemungkinan bergerak di kisaran Rp 15.835/USD dan Rp 15.915/USD.