Sambangi Menko Muhaimin, Menkop Pastikan Dukung Swasembada Pangan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menyampaikan kesiapan pihaknya dalam mendukung program Asta Cita inisiasi Presiden Prabowo Subianto. Di antaranya melalui kelembagaan koperasi, swasembada pangan, hilirisasi, hingga menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Peran Kemenkop ini mendukung Asta Cita 2 terkait swasembada pangan, serta prioritas Asta Cita 3 terkait pengembangan industri agro-maritim berbasis koperasi dan industrialisasi melalui koperasi,” kata Budi Arie dalam keterangan di Jakarta, usai menyambangi kantor Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar pada Selasa (3/12/2024).
Baca Juga
Indeks Dolar Menguat, Kurs Rupiah Melemah Makin Dekati Rp 16.000/USD
Budi Arie menuturkan, Kemenkop memiliki proyek prioritas yang terdiri dari pengembangan koperasi sektor produksi, dan peningkatan kapasitas kelembagaan dan bisnis koperasi. Selain itu, penguatan sistem pengawasan dan penjaminan simpanan koperasi dan fasilitas kerja sama antarlembaga ekonomi di desa.
Pilot Project MBG
Tidak hanya itu, Menkop Budi menyampaikan, Kemenkop juga telah melakukan pilot project terkait penguatan peran koperasi dalam MBG. “Ada tiga koperasi yang telah kita tinjau dan dipersiapkan. Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq, Koperasi Konsumen Serikat Bisnis Pesantren Lampung SKD (Koperasi Sekunder), serta Koperasi Peternakan dan Pemerahan Air Susu Sapi Rakyat Sae Pujon di Malang, Jawa Timur,” ucap dia.
Baca Juga
Melonjak 10 Kali Lipat, Apple Komitmen Investasi Rp 15,9 Triliun
Budi Arie memastikan, dalam program MBG, koperasi juga menjadi satuan pelayanan dengan menyediakan Koperasi Penyedia Dapur dan Manajemen SDM. Koperasi juga memiliki peran pengadaan bahan pangan, yang meliputi koperasi jasa, koperasi pemasaran, serta koperasi pesantren induk koperasi dan lainnya.
“Koperasi juga hadir sebagai penyediaan bahan pangan. Ini meliputi Koperasi Produsen (petani, peternak, dan nelayan) dan Koperasi Pasar bersama Koperasi Unit Desa (KUD), BUMDes, UMKM dan lainnya,” sambung dia.
Selanjutnya, dalam mendukung swasembada pangan, Kemenkop terus mengembangkan MIRA atau Minyak Makan Merah untuk Rakyat. Dia berharap kehadiran Minyak Makan Merah turut berkontribusi menyukseskan program MBG yang dicita-citakan oleh Prabowo.
Selain itu, Menkop Budi menyampaikan terkait progres penghapusan kredit macet Kredit Usaha Tani (KUT). Ia mengatakan, belum selesainya kredit macet KUT menghambat KUD mengakses pembiayaan perbankan karena terhalang di SLIK OJK.
Padahal, KUD vital untuk program swasembada pangan. Saat ini jumlah KUD sebanyak 13.400 unit koperasi dan 826 LSM, dengan besaran kredit rata-rata diterima debitur sebesar Rp 800 ribu hingga Rp 10 juta.
"Penghapusan kredit macet KUT ini diharapkan agar koperasi dan petani dapat keluar dari daftar hitam perbankan. Denggan demikian, bisa mengikuti program ketahanan pangan,” katanya.
Budi Arie turut mengusulkan agar KUD Penyalur KUT dikeluarkan dari daftar hitam SLIK OJK, dan mampu melakukan revitalisasi KUD sesuai Asta Cita 2 dan 3.
Penyaluran Langsung Pupuk
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono menambahkan terkait pentingnya dukungan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dalam penyaluran langsung pupuk ke badan usaha berbasis koperasi. "Melalui Kemenko diharapkan akan dikoordinasikan antara Kemenkop, Kementerian BUMN, dan Kementerian Pertanian terkait penyaluran pupuk langsung. Ini sangat penting sekali bagi masyarakat desa, yang memang pekerjaan utamanya banyak di sektor pertanian,” ucap dia.
Wamenkop Ferry juga mengusulkan adanya satuan di Kemenko Pemberdayaan Masyarakat untuk mempelajari kebijakan impor yang berdampak langsung bagi koperasi.
“Seperti protes yang terjadi di koperasi susu kemarin, setelah kami telaah itu juga terjadi akibat adanya kebijakan impor. Yakni, adanya peraturan bea masuk nol persen pada susu impor seperti susu bubuk,” ujarnya.

