Peluang Pemangkasan FFR Naik, Kurs Rupiah Dibuka Menguat Jumat Pagi
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah dibuka menguat menjelang akhir pekan, Jumat (29/11/2024) pagi. Dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah dibuka menguat 35 poin (0,22%) ke level Rp 15.829/USD. Dalam perdagangan hari sebelumnya, nilai tukar rupiah ditutup di posisi Rp 15.864/USD.
Penguatan mata uang Garuda ini seiring indeks dolar (DXY) mempertahankan penurunannya baru-baru ini, di sekitar 106,1 pada hari Kamis. Volume perdagangan dolar tetap rendah karena liburan Thanksgiving di Amerika Serikat.
Indeks dolar turun 0,8% setelah data inflasi PCE AS sesuai dengan ekspektasi, yang menunjukkan sedikit perubahan dalam prospek suku bunga Federal Reserve. "Pasar saat ini memperkirakan peluang sebesar 66,5% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga Fed Funds Rate (FFR) sebesar 25 bps pada 24 Desember, naik dari 55,7% seminggu sebelumnya," kata Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro dalam keterangan di Jakarta, Jumat (29/11/2024).
Baca Juga
Jangan Bungkam, Kenaikan PPN di Tengah Ekonomi Tertekan Menyakiti Rakyat
Sementara itu, Yahoo Finance mencatat, hingga Jumat pukul 10.05 WIB, indeks dolar AS masih melemah di bawah 106. DXY melemah 0,23 poin atau 0,22% ke 105,91.
Kenaikan Euro dan Yen
Dolar AS juga menghadapi tekanan awal minggu ini setelah pencalonan Scott Bessent sebagai menteri keuangan AS memberikan rasa stabilitas pada pasar, dan mengurangi ekspektasi kebijakan tarif yang agresif di bawah Presiden AS Donald Trump yang akan datang. Yang lebih membebani dolar adalah kenaikan euro dan yen, yang dipicu oleh komentar hawkish dari pejabat European Central Bank (ECB) dan spekulasi bahwa Bank of Japan (BOJ) mungkin akan menaikkan suku bunga pada Desember.
Sementara itu, risalah dari pertemuan terakhir The Fed menyoroti kehati-hatian di antara para pembuat kebijakan, yang menekankan prospek ekonomi yang tidak pasti dan tekanan inflasi yang terus-menerus. Selain itu, pejabat The Fed membahas kemungkinan menurunkan suku bunga reverse repo ke kisaran yang lebih rendah dari suku bunga dana target, karena dana dalam fasilitas tersebut mencapai tingkat terendah sejak April 2021.
Baca Juga

