Sukseskan Program Reforma Agraria, AHY Bidik Pinjaman Lunak Bank Dunia Rp 10,3 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengatakan, pihaknya sedang membidik lagi pinjaman lunak senilai US$ 635 juta atau Rp 10,3 triliun (kurs Rp 16.311 per dolar AS) dari Bank Dunia. Pinjaman itu akan digunakan untuk membiayai program reforma agraria.
Sebelumnya, dalam rapat kerja evaluasi kinerja Kementerian ATR/BPN bersama Komisi II DPR, AHY menyampaikan, Kementerian ATR/BPN telah memperoleh pinjaman lunak sebesar US$ 200 juta atau Rp 3,2 triliun dari Bank Dunia untuk program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Baca Juga
AHY Serahkan 136 Sertifikat Tanah Elektronik di Jabar, Termasuk Gedung Sate dan Lapangan Gasibu
"Dalam lima tahun terakhir, kita mendapatkan pinjaman sebesar US$ 200 juta dari Bank Dunia untuk PTSL. Program ini dinilai berhasil oleh Bank Dunia," kata AHY dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2024).
Dia menjelaskan, karena keberhasilan Kementerian ATR/BPN menjalankan program PTSL, dia sempat diundang mewakili tidak hanya Indonesia, tetapi juga Asia untuk berbagi cerita kesuksesan PTSL. Undangan diperoleh AHY dalam agenda World Bank Conference di markas Bank Dunia, Washington DC, AS.
Melihat apresiasi Bank Dunia, menurut AHY, pihaknya sedang menegosiasikan pinjaman tambahan. Bank Dunia kemungkinan besar bakal memberikan bantuan pinjaman lunak tersebut.
Baca Juga
Dirinya meyakini, pinjaman lunak akan berguna mendorong upaya pemerintah mempercepat program PTSL dan mendorong kesuksesan program reforma agraria.
"Hasil negosiasi kami, insyaallah Bank Dunia akan meningkatkan bantuan pinjaman lunak, dari US$ 200 juta menjadi US$ 635 juta. Dengan sistem dan mekanisme yang tepat, kami optimistis bantuan ini akan semakin meningkatkan kesuksesan program reforma agraria," papar AHY.

