Ajak Banyak Bank Jadi Anggota Kliring, KPEI Sosialisasi CCP PUVA
JAKARTA, investortrust.id – PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menyelenggarakan sosialisasi Central Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (CCP PUVA) pada Senin, (25/11/2024). KPEI mengajak perbankan di Indonesia untuk segera bergabung dan menjadi bagian dari implementasi strategis tersebut.
Direktur Utama KPEI Iding Pardi menyampaikan KPEI akan berupaya meningkatkan jumlah partisipan yang menjadi Anggota Kliring, agar transaksi semakin efisien dan menarik. "Adanya CCP PUVA ini mampu mengurangi kompleksitas interkonektivitas antarpelaku pasar, sehingga risiko sistemik akibat kegagalan penyelesaian dapat diminimalkan," katanya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (25/11/2024).
Baca Juga
Rosan akan Hilirisasi 28 Komoditas, Bidik BlackRock Berdana Kelolaan US$ 11 Trilliun
Selain itu, keberadaan CCP PUVA diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar, mendorong likuiditas, dan aktivitas perdagangan yang lebih dinamis. CCP PUVA ini telah resmi beroperasi sejak 30 September 2024 lalu. Selain itu, lanjut dia, pembentukan CCP PUVA bertujuan untuk menjawab kebutuhan pasar akan sistem penyelesaian yang aman, terstandarisasi, dan transparan.
Hingga akhir 2024, KPEI telah mencatatkan total nilai transaksi sebesar US$ 168 juta, dengan jumlah transaksi 118. Keberadaan KPEI sebagai CCP terbukti mampu membuat penyelesaian transaksi lebih efisien, dengan mencatatkan efisiensi netting sebesar 33%.
8 Bank Anggota
Saat ini, terdapat 8 bank Anggota Kliring yang juga merupakan pemegang saham yang telah bertransaksi. Mereka adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk.
“Dengan bergabung sebagai anggota CCP, bank dapat menikmati manfaat seperti pengurangan risiko kredit antar pihak. Selain itu. efisiensi operasional, dan pengelolaan likuiditas yang lebih baik,” ujar Iding.
Baca Juga
Sentimen Ekonomi Global 'Paksa' Rupiah Melemah Dekati Rp 16.000/USD
Selain peningkatan jumlah Anggota Kliring, KPEI juga akan melakukan pengembangan terkait produk yang dapat dikliringkan. Saat ini, produk PUVA yang dapat dikliringkan oleh KPEI adalah Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), yaitu transaksi derivatif valuta asing terhadap rupiah berupa kontrak forward dengan mekanisme fixing yang dilakukan di pasar domestik.
Ke depan, produk yang dikliring akan bertambah seiring dengan pengembangan yang akan dilakukan. Ini antara lain kliring atas Repo Interbank, Interest Rate Swap (IRS) dan Overnight Index Swap (OIS).
Dari sisi regulasi dan best practice, KPEI saat ini telah mendapatkan pengakuan Qualifying CCP (QCCP) dari Bank Indonesia. KPEI, ke depan, akan meningkatkan kredibilitas sebagai CCP PUVA dengan selalu memenuhi standar PFMI dan pengajuan Qualifying CCP dari lembaga jurisdiksi internasional lainnya.
Selasa Pagi, Rupiah Merosot
Sementara itu, nilai tukar rupiah kembali merosot dalam pembukaan perdagangan Selasa (26/11/2024) pagi, usai sebelumnya berhasil ditutup rebound terhadap dolar Amerika Serikat kemarin. Pagi ini, dilansir Yahoo Finance, hingga pukul 09.30 WIB, kurs rupiah bergerak melemah 65 poin (0,41%) ke level Rp 15.929/USD.
Sementara itu, Presiden AS Terpilih Donald Trump Trump menyatakan bahwa tarif impor atas barang Meksiko akan tetap berlaku hingga kedua negara mengambil tindakan untuk mengekang perdagangan narkoba dan migrasi ilegal.
Sementara itu, sebelumnya terjadi reli pergerakan pasar dipicu optimisme penunjukan manajer dana lindung nilai Scott Bessent sebagai menteri keuangan oleh Trump. Investor berharap kebijakannya ramah pasar dan mengurangi tindakan proteksionis yang ekstrem.
"Investor sekarang fokus pada rilis risalah rapat FOMC terbaru, data inflasi PCE, dan indikator ekonomi utama AS lainnya yang rilis minggu ini. Itu untuk memandu ekspektasi terhadap keputusan suku bunga The Fed di masa mendatang," kata Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro dalam keterangannnya, Senin (26/11/2024).
Sebelumnya, kurs rupiah ditutup rebound terhadap dolar AS dalam perdagangan Senin (25/11/2024) kemarin. Jisdor Bank Indonesia (BI) merilis kurs rupiah menguat ke level Rp 15.864/USD, setelah pada Jumat (22/11/2024) lalu melemah pada posisi Rp 15.911/USD.
"Mata uang rupiah terhadap dolar AS hari ini kemungkinan akan bergerak di kisaran Rp 15.848/USD dan Rp 15.935/USD," tutur Andry.

