Rosan akan Hilirisasi 28 Komoditas, Bidik BlackRock Berdana Kelolaan US$ 11 Trilliun
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, Indonesia memiliki proyek besar hilirisasi yang berujung industrialisasi untuk 28 komoditas utama, seperti nikel, bauksit, kelapa sawit, dan rumput laut. Investasi diharapkan masuk lewat pasar modal yang mengundang minat perusahaan asset manager global seperti BlackRock, yang menguasai dana kelolaan sekitar US$ 11 triliun atau 8 kali produk domestik bruto Indonesia sekitar US$ 1,4 triliun.
“Hal itu untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia 8% (dari tahun ini hingga kuartal III sekitar 5,03% c-to-c). Kami perlu menggenjot industrialisasi yang berorientasi ekspor, ” ujar Rosan di acara CEO Networking 2024 (CEON 2024) bertema "Navigating Global Market Forces and Technology Innovation for Sustainable Business" di Raffles Hotel, Jakarta, Selasa 26 November 2024.
Seminar ini diselenggarakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Hadir antara lain Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar serta Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi. Hadir pula Direktur Utama BEI Iman Rachman.
Rosan menegaskan, Indonesia akan membangun hilirisasi yang harus berujung industrialisasi, di mana kita menjadi yang terbesar pertama atau kedua di komoditas tersebut. Proyek ini akan terdiri atas 8 klaster.
“Sedangkan yang sudah assessment 5-6 komoditas. Ini untuk menyediakan lapangan kerja baru. Tiap tahun itu, 2,5 juta baby lahir di Indonesia, atau setiap 2 tahun kita melahirkan ‘Singapura’ yang berpenduduk sekitar 5 juta,” tandas Rosan.
Pembangkit Listrik Geotermal Jawa
Rosan menuturkan, Indonesia juga punya rencana besar untuk pembangunan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT), terutama geotermal. RI memiliki cadangan terbesar di dunia.
“Kita punya cadangan geotermal terbesar di dunia, mencapai 3.687 Giga Watt. Yang sudah digunakan baru 13,1 GW, jadi masih kurang dari 1%,” ujar Rosan.
Ia menjelaskan, pembangunan pembangkit listrik geotermal ini akan dikembangkan khususnya di wilayah Jawa. Pulau ini memiliki banyak rangkaian gunung berapi.
Dana global yang besar diharapkan bisa masuk lewat perusahaan asset manager dunia. Ini seperti BlackRock dan Blackstone.
“Namun mereka ini mensyaratkan untuk bisa mudah exit juga, sehingga masuknya lewat pasar modal. Untuk itu, dibutuhkan pasar modal Indonesia dibangun agar memiliki likuiditas tinggi, ada pendalaman pasar,” tandas Rosan.
Video: Investortrust.id/Ester Nuky.
Satu perusahaan asset manager global ini saja bisa memiliki dana kelolaan US$ 11 triliun. Itu, kata Rosan, sekitar 8 kali produk domestik bruto Indonesia sekitar US$ 1,4 triliun.
Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) Reza Priyambada mengatakan, untuk menarik investasi besar tersebut diperlukan sejumlah persyaratan. Ini termasuk adanya kepastian hukum di Tanah Air.
BlackRock Terbesar di Dunia
BlackRock, Inc tercatat sebagai perusahaan investasi multinasional yang mengelola aset terbesar di dunia. Pada kuartal terakhir, BlackRock yang bermarkas besar di Amerika Serikat itu mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa untuk aset kelolaannya (AUM) sebesar US$ 11,5 triliun. Peningkatan ini didorong oleh reli pasar dan arus kas baru dari investor. BlackRock mengelola hedge funds sejak tahun 1996.
Sementara itu, Rosan yang berlatar belakang pengusaha nasional papan atas ini sebelumnya pernah mendapat amanah dari pemerintah RI sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat. Mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang kemudian mengundurkan diri untuk berkonsentrasi sebagai Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.

