Swasta Diajak Pemerintah Bangun Pabrik LPG 2 Juta Ton
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana untuk membangun pabrik Liquefied Petroleum Gas (LPG) berkapasitas 2 juta ton. Dalam proyek untuk mengurangi impor LPG ini, pemerintah mengajak swasta bergabung.
Bahlil menerangkan, proyek pembangunan pabrik LPG ini terbuka bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam industrialisasi. Dengan kerja sama ini, diharapkan produk yang dihasilkan dari pabrik LPG dapat kompetitif.
“Kami akan buat terbuka, supaya kompetitif, harus kami buat terbuka. Pemerintah membuka kesempatan bagi semua pihak, termasuk swasta, untuk ambil bagian dalam proyek ini,” ujar Bahlil saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Senin (18/11/2024).
Baca Juga
Bahlil Sebut Pertamina Berperan Penting dalam Industrialisasi LPG
Dipaparkan Bahlil, konsumsi LPG Indonesia saat ini mencapai 8 juta ton. Sementara produksi LPG dalam negeri hanya sebanyak 1,9 juta ton. Dengan begitu, Indonesia membutuhkan impor LPG sekitar 6 juta ton.
Maka itu, lanjut dia, pembangunan pabrik LPG diharapkan bisa mengurangi jumlah impor. Kementerian ESDM bersama dengan SKK Migas masih melakukan identifikasi lapangan gas yang mempunyai potensi kandungan campuran propana (C3) dan butana (C4).
“Sumur-sumur gas itu kan yang ada C3, C4, tersebar di beberapa wilayah. Kami baru identifikasi dengan SKK Migas November, Desember kami matangkan semuanya dulu,” ujar Bahlil.
Baca Juga
Gelar Rapat Perdana Tim Kebijakan Subsidi Enegi, Bahlil: Skema Subsidi LPG Tak Diubah
Selanjutnya, pada Januari 2025, pemerintah menargetkan realisasi investasi pembangunan pabrik LPG tersebut.
"Baru mulai rencana untuk dilakukan investasi, siapa, kapan, itu mulai Januari. Sekarang kan (program) 100 hari ini, saya matangkan semua dulu untuk mapping-nya,” tandas dia.

