Khawatir Inflasi AS Memanas Lagi, Kurs Rupiah Melemah Selasa Pagi
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan Selasa (12/11/2024) pagi. Dilansir Yahoo Finance, nilai tukar rupiah melemah 80 poin (0,51%) ke level Rp 15.754/USD, dibanding perdagangan hari sebelumnya ditutup di posisi Rp 15.674/USD.
Pasar AS merespons positif kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden (pilpres). Meski pasar AS cenderung menguat usai kemenangan Trump, ada kekhawatiran yang muncul, misalnya akan memanasnya kembali inflasi. Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengatakan, usulan kenaikan tarif impor dari Presiden Terpilih AS Donald Trump dapat memperburuk inflasi jangka panjang, jika mitra dagang global melakukan pembalasan.
Baca Juga
Adaro Andalan Indonesia (AADI) Siap Melantai di Bursa, Bidik IPO Rp 4,59 Triliun
"Tarif satu kali, mungkin tidak memiliki dampak jangka panjang pada inflasi. Namun, tantangannya, jika ada balas-membalas. Ketika satu negara memberlakukan tarif, lalu direspons negara lain, dan terus meningkat. Itulah yang membuat keadaan lebih mengkhawatirkan, dan jauh lebih tidak pasti,” kata Kashkari sebagaimana dilansir CNBC.
Proposal Tarif Khusus Cina 60%
Selama masa jabatan presiden pertamanya, Trump memicu perang dagang dengan Cina. Ia memberlakukan serangkaian kenaikan pajak impor pada barang-barang Cina, yang kemudian dibalas oleh Cina dengan menaikkan tarif mereka sendiri terhadap produk AS.
Baca Juga
Salah satu proposal ekonomi utama Trump untuk periode kepresidenan keduanya adalah memberlakukan tarif universal pada semua impor dari seluruh negara, dengan tarif sebesar 60% yang secara khusus ditujukan pada Cina.

