Harga Minyak Anjlok 2,76% Imbas Kekecewaan Stimulus China
JAKARTA, investortrust.id - Harga minyak mentah Brent anjlok US$ 2,04 (2,76%) ke posisi US$ 71,83 per barel pada Senin (11/11/2024). Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot US$ 2,34 (3,32%) menjadi US$ 68,04 per barel.
Kedua patokan tersebut mengalami penurunan lebih dari 2% pada Jumat pekan lalu.
Melansir Reuters, penurunan harga minyak lebih dari 2% itu dipicu setelah rencana stimulus terbaru China mengecewakan investor yang berharap adanya peningkatan permintaan dari konsumen minyak terbesar kedua dunia, sedangkan pasokan diperkirakan akan meningkat pada 2025.
Baca Juga
Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Oktober Naik Jadi US$ 73,53 per Barel
Selain itu, kemenangan Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat (AS) juga diperkirakan akan mempengaruhi pasar minyak. Analis senior di Price Futures Group Phil Flynn mengatakan, janji Trump untuk ‘drill, baby, drill’ mengurangi minat investor untuk melakukan posisi beli.
Terlihat dari indeks dolar AS, yang mengukur nilai dolar terhadap sejumlah mata uang asing, sedikit melewati titik tertinggi yang terlihat setelah pemilu AS minggu lalu.
Baca Juga
Selain itu, pasar masih menantikan kejelasan terkait kebijakan masa depan AS. Dolar yang lebih kuat membuat komoditas yang dihargai dalam dolar AS, seperti minyak, menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga cenderung menekan harga.

