Indonesia Ambil Untung dari Perang Dagang AS-Cina
JAKARTA, investortrust.id - Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso meyakini Indonesia dapat mengambil keuntungan dari perang dagang yang melibatkan Amerika Serikat dan Cina. Di sisi lain, ia mengatakan perjalanan Presiden Prabowo Subianto ke Cina dan AS menunjukkan upaya merangkul dua kekuatan ekonomi dunia saat ini.
“Sebenarnya, di balik semua perkembangan global, kita punya banyak pengalaman, justru bisa mengambil manfaat yang luar biasa. Dari Cina, pemerintah Indonesia memastikan beberapa kesepakatan mengenai mineral kritis dan proyek strategis Cina di Indonesia,” kata Susi, sapaan akrabnya, Senin (11/11/2024).
Baca Juga
Dalam kunjungan Presiden Prabowo ke Cina kemarin, lanjut dia, banyak yang dibahas dan hasilnya sangat positif. Ada kesepakatan-kesepakatan proyek baru ke depan dan sinyalnya sangat bagus.
Tarif 10-60% untuk Cina
Setelah bertemu Presiden Cina Xi Jinping, Prabowo rencananya menuju ke Washington DC AS. Prabowo kemudian menghadiri pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Peru dan G-20 Brasil.
Mengenai kunjungan ke AS, Susi menyebut Presiden telah menyampaikan beberapa respons kebijakan. Sebab, Prabowo sangat peduli urusan perdagangan internasional, apalagi setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden AS.
Baca Juga
Kemenkeu Catat Perlambatan Setoran Pajak dari Industri Pengolahan dan Pertambangan
Salah satu yang menjadi catatan yaitu upaya AS menggunakan instrumen tarif bea masuk. Susi mengatakan, AS akan mengenakan tarif 10-60% untuk semua produk impor dari Cina.
“Itu pasti akan berdampak serius terhadap konstelasi perdagangan. Pemerintah telah menyiapkan strategi untuk menghadapi kondisi perdagangan tersebut, seperti terkait kebijakan IRA (Inflation Reduction Act), karena RRC dilarang langsung ekspor ke AS, sehingga banyak industri yang pindah ke kita,” kata dia.

