Belajar dari Vietnam, Geo Dipa Dukung Kawasan Industri Listrik Hijau Disyaratkan Investor
BANDUNG, investortrust.id - PT Geo Dipa Energi Persero menyambut baik investor yang mensyaratkan penggunaan energi atau listrik hijau untuk proses produksinya. Direktur Pengembangan dan Eksplorasi Geo Dipa Energi Ilen Kardani mengatakan, realisasi energi dari geotermal ke kawasan industri merupakan sebuah ide yang bagus.
“Untuk realisasi kawasan industri ini, satu ide yang bagus sekali sebetulnya. Jika kawasan industri itu di-fire up dengan green energy, itu akan menambah (nilai) produk dari kawasan industri tersebut,” kata Ilen, saat taklimat media di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/11/2024).
Baca Juga
BPS Sebut Industri Tekstil Melesat 7,43%, Melebihi Pertumbuhan Ekonomi
Belajar dari Vietnam
Ilen menyontohkan penggunaan energi bersih untuk industri di Vietnam. Dia menjelaskan banyak investor yang tertarik masuk dan membuka pabrik di Vietnam, salah satunya, karena ketersediaan pasokan energi bersih.
“Karena kawasan industri di situ di-power up oleh green energy. Sehingga tax untuk penjualan-penjualan produk dari area yang di situ kecil, karena tidak dikenakan carbon tax,” ujar dia.
Baca Juga
Wow, 15 Investor Tekstil Asing akan Relokasi dari Cina ke Indonesia
Salah satu potensi penggunaan energi bersih dari geotermal ada di kawasan industri Batang, Jawa Tengah. Dia menjelaskan Geo Dipa Energi memiliki Wilayah Kerja Panas bumi (WKP) di Dieng, Jawa Tengah.
Ilen menjelaskan pengeboran sedalam 2.500 meter sumber panas bumi di Dieng, Jawa Tengah, dapat menghasilkan sekitar 300 derajat Celcius. Terdapat setidaknya dua sumber panas bumi di Dieng yang menghasilkan 400 MWe dan 45 MWe.
“Kalau misalkan (kawasan industri Batang) di-power up oleh geotermal dari Dieng, kan bisa disambung saja. Jadi, itu akan memiliki daya tarik yang lebih untuk investor, membuat bisnis di situ, yang di area kawasan industri,” kata dia.
Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan DJKN Meirijal Nur mengatakan, keinginan 15 investor tekstil dan produk tekstil (TPT) dari Taiwan menjadi bukti kesadaran energi dalam pengembangan sektor tersebut telah meluas. Hal ini merupakan peluang bagus.
“Ini adalah peluang bagi Geo Dipa, khususnya, dan bagi Indonesia, umumnya. Ini adalah peluang yang bisa kita manfaatkan, karena kita punya potensi yang cukup besar untuk bisa dikembangkan,” ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu 15 investor yang tergabung dalam Taiwan Textile Federation. Beberapa dari investor tersebut ingin merelokasi pabriknya ke Purwakarta, Jawa Barat. Meski demikian, Airlangga menyatakan para investor tersebut memiliki empat syarat yang harus segera diselesaikan pemerintah Indonesia.
“Ini seperti, tentunya, terkait dengan pembelian tanah yang lebih mudah,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta.
Airlangga mengatakan telah meminta investor berdiskusi untuk masuk ke kawasan industri. Sebab, tanpa masuk ke kawasan industri, perusahaan yang ingin relokasi akan menghadapi perizinan berupa Analisis mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

