Apindo Ingatkan Pemerintah: Kondisi Ekonomi Makin Berat
JAKARTA, investortrust.id – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengingatkan pemerintah bahwa kondisi perekonomian nasional makin berat. Jika pemerintah tidak waspada dan salah langkah, program-program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto bisa kandas dan target pertumbuhan ekonomi 8% kian sulit dicapai.
“Kondisi perekonomian Indonesia semakin menantang, makin berat. Sejumlah indikator di dalam negeri menunjukkan kondisi yang kurang kondusif. Ekonomi global juga tidak mendukung,” kata Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani dalam acara “Apindo Dinner with Chief Editor: Mengawal Transformasi Ekonomi Inklusif, Berkelanjutan dan Berdaya Saing di Era Pemerintahan Baru”, di Jakarta, Selasa (5/11/2024) malam.
Baca Juga
Menurut Shinta, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2024 yang di bawah ekspektasi adalah salah satu indikator nyata bahwa kinerja perekonomian nasional sedang kurang menggembirakan. “Produk domestik bruto (PDB) kita pada kuartal III-2024 tumbuh 4,95% secara tahunan (year on year/yoy). Ekspektasinya kan setidaknya tumbuh 5%,” ujar dia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statitik (BPS), perekonomian Indonesia tumbuh 1,50% pada kuartal III-2024 terhadap kuartal sebelumnya (quarter to quarter/q to q), sedangkan terhadap kuartal III-2023 atau secara tahunan (yoy) tumbuh 4,95%. Adapun selama tahun kalender (calendar to calendar/c to c), ekonomi domestik tumbuh 5,03%. Pada kuartal II-2024, ekonomi tumbuh 3,79% (q to q) dan pada kuartal III-2023 tumbuh 4,94% (yoy).
Shinta Kamdani menjelaskan, perlambatan ekonomi terjadi sejak kuartal II-2024 yang tumbuh 5,05% (yoy) dibanding pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024 sebesar 5,11% (yoy). “Yang paling terdampak adalah sektor padat karya,” ujar dia.
Shinta menambahkan, indikator pelemahan ekonomi domestik juga ditunjukkan oleh Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang kini berada di level 49,2 alias level kontraksi. “PMI Manufaktur kita bahkan sudah terkontraksi dalam empat bulan terakhir,” tutur dia.
Di sisi lain, menurut Shinta Kamdani, kontribusi industri pengolahan terhadap PDB semakin kecil yang mengindikasikan Indonesia berpotensi, bahkan tengah mengalami deindustrialisasi secara prematur. Deindustrialisasi idealnya terjadi setelah industrialisasi terjadi di berbagai sektor, terutama di sektor pertanian.
“Kontribusi industri pengolahan terhadap PDB tahun lalu hanya 18,7%, padahal beberapa dekade lalu masih di atas 20%,” ucap dia.
Kecuali itu, kata Shinta, saat ini terjadi ketimpangan antarsektor sebagai penyumbang PDB. “Saat ini, 45% perekonomian kita hanya ditopang tiga sektor, yaitu pertanian, pengolahan, dan perdagangan,” tandas dia.
Shinta Kamdani mengungkapkan, di tengah banyaknya tantangan tersebut, perekonomian global tidak mendukung ekonomi domestik. “Outlook ekonomi global 2024 dalam kondisi pesimistis dengan multiple down-side risks. Forecast pertumbuhan ekonomi global stagnan di level 3,2% untuk tahun ini maupun tahun depan,” ucap Shinta.
Baca Juga
Menurut Shinta, ekonomi global hingga tahun depan masih bermasalah. Pemicunya antara lain konflik dan ketegangan geopolitik, disrupsi pasar pangan dan energi, fragmentasi perdagangan global, bencana perubahan iklim, serta perlambatan ekonomi negara-negara maju.
Kondisi ekonomi global yang tidak kondusif, kata Shinta Kamdani, mendatangkan konsekuensi langsung terhadap perekonomian nasional, terutama di sisi makro, investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI), dan perdagangan. “Stabilitas makro tertekan, FDI makin sulit, dan sektor perdagangan banyak terhambat,” tutur dia.
Shinta menegaskan, pemerintahan Prabowo harus cermat betul merespons kondisi ini. Jika salah respons, berbagai program yang dicanangkannya untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% bakal kian sulit dicapai.
Shinta mengemukakan, Apindo siap memberikan masukan kepada pemerintah tentang berbagai hal untuk merespons perkembangan ekonomi yang kurang kondusif tersebut. Apindo sudah punya rekomendasi untuk pemerintahan baru.
Apindo bahkan sudah menyerahkan Survei Roadmap Perekonomian 2024-2029 kepada Presiden Prabowo. "Tentu kami akan support pemerintah," ujar dia.

