Kurs Rupiah Ditutup Melemah usai Rilis Pertumbuhan Ekonomi RI
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan valas Selasa (5/11/2024) sore, usai BPS merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2024. Dilansir dari Jisdor Bank Indonesia (BI), kurs rupiah ditutup melemah 15 poin ke level Rp 15.766/USD, dibanding sebelumnya di posisi Rp 15.751/USD.
Sedangkan dalam perdagangan pasar spot valas, kurs rupiah cenderung bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Dilansir Yahoo Finance hingga pukul 16.45 WIB, uang Garuda bergerak menguat 19 poin (0,12%) ke level Rp 15.730/USD. Adapun pada penutupan perdagangan kemarin, kurs rupiah berada di posisi Rp 15.749/USD.
Sebelumnya, BPS mengumumkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia melambat menjadi 4,95% (year on year) pada kuartal III-2024. Di sisi pengeluaran, pertumbuhan konsumsi rumah tangga (RT) yang stagnan dan peningkatan impor yang signifikan berkontribusi terhadap perlambatan tersebut.
"Sebaliknya, belanja pemerintah, pembentukan modal tetap bruto (PMTB), dan ekspor berkontribusi positif terhadap pertumbuhan PDB kuartal III-2024. Berdasarkan sektor, sektor pertanian membebani pertumbuhan PDB secara keseluruhan, sementara sektor-sektor utama lainnya terus menunjukkan kinerja yang relatif kuat," kata Ekonom Senior PT Bank Permata Tbk Faisal Rachman kepada Investortrust, Jakarta, Selasa (5/11/2024).
Baca Juga
Secara kumulatif, pertumbuhan PDB untuk sembilan bulan pertama tahun 2024 mencapai 5,03% yoy, sedikit lebih rendah dari 5,05% yoy pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tangguh meski kondisi ekonomi global melemah.
Optimisme dari Asia
Sementara itu, optimisme dari pasar Asia turut berkontribusi menekan dolar AS. Dikatakan oleh Faisal, PMI Jasa Cina meningkat melebihi ekspektasi pada bulan Oktober, yang menandakan pemulihan sektor jasa di negeri Tirai Bambu tersebut.
Selain itu, pemerintahan Tiongkok juga memberikan sinyal untuk menambah stimulus kepada pemerintah lokal. "Kedua hal tersebut memberikan sentimen positif bagi pemulihan perekonomian Cina ke depannya, serta dampak positif kepada ekonomi-ekonomi kawasan, sehingga pasar Asia cenderung menguat," tandas dia.
Baca Juga
Adapun kurs Bank Permata sendiri mencatat mata uang Garuda menguat terbatas 0,15% ke level Rp 15.735/USD pada Selasa (5/11/2024) sore ini.

