Kurs Rupiah Melemah usai BI Rilis Indeks Keyakinan Konsumen
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah melemah dalam penutupan perdagangan Senin (9/12/2024). Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat kurs rupiah melemah tipis 13 poin ke level Rp 15.861/USD. Adapun Jisdor BI sebelumnya mencatat kurs rupiah berada pada posisi Rp 15.848/USD pada penutupan perdagangan Jumat (6/12/2024) lalu.
Dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah bergerak melemah 16 poin (0,10%) hingga pukul 17.00 WIB. Diketahui dalam penutupan perdagangan terakhir, mata uang rupiah berada pada posisi Rp 15.844/USD.
Pagi tadi BI merilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada November 2024 mengalami kenaikan sebsesar 4,8 poin menjadi 125,9 poin. Capaian ini lebih rendah disbanding IKK pada bulan sebelumnya yang bertengger di level 121,1 poin. Peningkatan keyakinan konsumen pada November 2024 didukung oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang mengalami peningkatan.
"IKE dan IEK masing-masing tercatat sebesar 113,5 dan 138,3, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 109,9 dan 132,4," tulis Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Senin (9/12/2024).
Baca Juga
Kemudian dari sentimen global, dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik setelah pasukan pemberontak mengambil alih ibu kota Suriah, Damaskus dan menggulingkan Presiden Bashar al-Assad yang melarikan diri ke Rusia. Serta diimbangi oleh ketidakpastian yang meningkat atas suku bunga AS, membuat para pedagang lebih menyukai dolar AS dan obligasi pemerintah.
"Pasar menunggu untuk melihat apa yang akan terjadi setelah perubahan rezim setelah perang saudara yang berkepanjangan," kata pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis, Senin (9/12/2024).
Baca Juga
Pasukan pemberontak sebagian didukung oleh Turki dan memiliki hubungan dengan sekte Islam Sunni, yang membuat mereka berselisih dengan Iran. Laporan lain mengatakan Israel juga telah memasuki wilayah Suriah.
Di Korea Selatan, krisis kepemimpinan semakin dalam selama akhir pekan ketika jaksa penuntut menyebut Presiden Yoon Suk Yeol dalam penyelidikan kriminal atas upaya yang gagal untuk memberlakukan darurat militer minggu lalu. Yoon selamat dari pemungutan suara pemakzulan selama akhir pekan. Namun pemimpin partainya sendiri mengatakan presiden akan dikesampingkan dan dipaksa untuk mengundurkan diri.
Pasar sebagian besar mempertahankan taruhan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin minggu depan. Namun prospek jangka panjang bank sentral terhadap suku bunga berubah tidak pasti, dengan inflasi yang tinggi dan ketahanan ekonomi yang kemungkinan akan memicu pelonggaran yang lebih lambat pada tahun 2025.

