Gagal Panen Kopi di Negara Produsen, Kopi Ikutan Sumbang Inflasi
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya inflasi pada Oktober 2024 baik secara bulanan, tahunan, maupun tahun berjalan. Inflasi tahunan pada Oktober 2024 tercatat sebesar 1,71%. Kopi menjadi salah satu pendorong inflasi karena adanya penurunan pasokan global akibat beberapa negara gagal panen, dan direspons produsen kopi domestik dengan menaikkan harga.
Disampaikan Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, inflasi tahunan ini didorong oleh inflasi inti sebesar 2,21%. Selain kopi, beberapa komoditas yang menopang inflasi inti secara tahunan yaitu emas perhiasan, nasi dengan lauk, minyak goreng, dan gula pasir.
“Year on year terbesar yaitu emas perhiasan dengan inflasi 35,82% dan andil (ke inflasi inti) 0,35%. Kopi bubuk ini inflasi tahunan 17,53% dengan andil 0,10% yoy,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, di kantor BPS Pusat, Jakarta, Jumat (1/11/2024).
“Gagal panen di beberapa negara penghasil kopi, tapi ini direspons produsen kopi domestik dengan menaikkan harga kopi di dalam negeri,” imbuhnya, mengomentari soal kontribusi kopi dalam angka inflasi.
Sementara itu, ketidakpastian akibat geopolitik seperti konflik Timur Tengah dan Rusia-Ukraina membuat emas dianggap sebagai aset safe haven.
“Selain kondisi geopolitik, tentunya kenaikan harga emas terjadi karena kebijakan moneter ditetapkan The Fed, di mana ada tren penurunnya suku bunga The Fed dan ini juga memacu para investor untuk beralih berinvestasi di komoditas emas,” kata dia.
Amalia mengatakan jika dibandingkan perkembangan inflasi komoditas emas sepanjang 2020 dan 2024, kenaikan harga emas perhiasan tertinggi terjadi pada Agustus 2020. Harga emas perhiasan pada Agustus 2020 lebih tinggi dibanding inflasi emas pada Oktober 2024.

