Kurs Rupiah Dibuka Rebound ke Rp 15.619/USD Jumat
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank pada perdagangan Jumat (11/10/2024) dibuka rebound, imbas dari indeks dolar Amerika Serikat yang merosot. Dilansir Yahoo Finance, hingga pukul 09.30 WIB, kurs rupiah bergerak menguat 40 poin (0,26%) ke level Rp 15.619/USD, usai sebelumnya melemah di level Rp 15.659/USD kemarin.
Hingga pukul 9.55 WIB, indeks dolar AS tercatat melemah ke level 100,2. DXY ini turun 0,10 poin atau 0,1%.
"Tingkat inflasi tahunan di AS melambat menjadi 2,4%, meski para pedagang mengharapkan tingkat yang lebih rendah yaitu 2,3%," kata Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, dalam keterangan di Jakarta, Jumat (11/10/2024).
Andry Asmoro mengatakan, pada Kamis kemarin, indeks dolar awalnya bergerak turun, tetapi segera memangkas kerugian hingga sedikit berubah ke 102,9. Ini karena para pedagang mencerna laporan inflasi AS (consumer price index (CPI) dan klaim pengangguran.
Untuk tingkat inflasi inti, lanjut Andry, secara tidak terduga naik menjadi 3,3%. Baik tingkat inflasi utama maupun tingkat bulanan inti melampaui perkiraan.
Yield Obligasi AS Naik
Sementara itu, klaim pengangguran awal AS mengejutkan dengan kenaikan mencapai titik tertinggi baru dalam 14 bulan. Klaim mencapai 258 ribu.
Baca Juga
"Saat ini, peluang penurunan suku bunga dana The Federal sebesar 25 bps pada November berada di 86%. Sebelumnya, risalah dari pertemuan FOMC terakhir pada bulan September 2024 memperkuat pandangan The Fed bahwa penurunan Fed Funds Rate setengah poin tidak boleh dilihat sebagai sinyal prospek ekonomi yang kurang menguntungkan atau bahwa laju pelonggaran kebijakan akan lebih cepat mulai sekarang," paparnya.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun tercatat naik 0,70 bps menjadi 4,10%, atau meningkat 19,4 bps year to date. Hal ini karena investor mengalibrasi ulang ekspektasi mereka terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve, menyusul laporan pekerjaan sebelumnya yang kuat.

