Menko Airlangga: Indonesia Konsisten Cetak Pertumbuhan Positif Selama Satu Dekade
JAKARTA, investortrust.id - Menko Perekonomian Ailangga Hartaro menegaskan Indonesia tetap mampu mempertahankan tren pertumbuhan ekonomi yang stabil dan kuat. Terbukti, selama satu dekade terakhir, Indonesia berhasil mempertahankan laju pertumbuhan yang konsisten di kisaran 5%.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga terus bergerak maju dengan fundamental ekonomi yang kokoh, stabilitas makroekonomi yang terjaga, serta peningkatan kesejahteraan sosial yang nyata,” ujar Menko Airlangga Hartarto, di Jakarta, Senin (30/09).
Menurut Airlangga, keberhasilan ini tak lepas dari beragam kebijakan yang berfokus pada transformasi struktural dan penguatan sektor-sektor unggulan. Dengan fondasi ekonomi yang kuat, Indonesia siap menghadapi masa depan, merangkul peluang global, dan terus berkontribusi dalam peta ekonomi dunia.
Seiring kemampuan pertahankan pertumbuhan pada kisaran 5% di tengah gejolak global, Indonesia juga sukses menjaga inflasi pada kisaran 2,5%. Nah, kalau kita lihat, 10 tahun yang lalu inflasi kita itu di atas 8,36%. Jadi, inflasi sudah turun jauh lebih rendah. Sehingga pertumbuhan ekonomi dibandingkan 10 tahun yang lalu, kita lebih berkualitas,” ungkap Airlangga.
Baca Juga
Menko Airlangga Janjikan Kenaikan Insentif Pelatihan dalam Jaminan Kehilangan Pekerjaan
“Dan akibat dari inflasi yang rendah, juga tingkat suku bunga. Karena kan kita di periode ini sudah single digit suku bunga perbankan. Bahkan sebelumnya kan double digit,” imbuh Menko Airlangga.
Selama satu dekade tersebut, tingkat kemiskinan turun signifikan dari 11,25% menjadi sekitar 9%. Sedangkan kemiskinan ekstrem telah mendekati angka nol persen. Kondisi ini ditopang peningkatan lapangan kerja yang signifikan.
Saat ini, jumlah pekerja mencapai 142 juta orang dibandingkan 118 juta pada tahun 2014. Cadangan devisa negara pun melonjak dari USD100 miliar pada tahun 2014 menjadi USD150 miliar pada tahun ini.
Meski demikian, Menko Airlangga menegaskan pentingnya upaya ekstra agar pertumbuhan ekonomi bisa lebih optimal dan target pertumbuhan ekonomi di atas 7% dapat tercapai. Menurut Menko Airlangga, pertumbuhan ekonomi global yang melambat membuat pencapaian target ini menjadi lebih menantang.
Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menyampaikan terkait fokus Indonesia dalam upaya diversifikasi pasar ekspor ke Eropa dan Amerika Serikat, sembari mendorong perjanjian kerja sama ekonomi yang komprehensif (CEPA). Salah satunya untuk menurunkan tarif masuk yang saat ini masih tinggi, dibandingkan dengan negara-negara seperti Vietnam.
Baca Juga
Menko Airlangga Ungkap Penyebab Mandeknya Perjanjian Dagang IEU-CEPA
Menko Airlangga juga menyoroti pentingnya mencapai kemandirian pangan sebagai bagian dari strategi ekonomi jangka panjang Indonesia. Di tengah tantangan perubahan iklim dan ketergantungan pada impor pangan, pemerintah terus berupaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian melalui pengembangan food estate dan modernisasi teknologi pertanian. Langkah ini akan mendukung ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global yang semakin berat.
Selama satu dekade, peran anggaran negara sangat penting sebagai shock absorber bagi perekonomian Indonesia. Dengan komitmen yang kuat dan strategi yang tepat, Menko Airlangga yakin bahwa Indonesia akan terus maju di tengah tantangan global dan tetap berada di jalur menuju Indonesia Emas 2045.

