Menanti Rilis Data Pasar Tenaga Kerja AS, Rupiah Diprediksi Keok Lagi
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom Senior PT Bank Permata Tbk Faisal Rachman, memprediksi nilai tukar (kurs) rupiah akan kembali keok terhadap indeks dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (3/10/2024) besok.
Dikatakan Faisal, malam ini para investor akan cenderung menunggu rilis salah satu data pasar tenaga kerja AS, yakni ADP Employment Change untuk bulan September 2024. Pasar berekspektasi bahwa sektor swasta AS akan menambah 125 ribu pekerja, lebih tinggi dari realisasi di bulan Agustus 2024 yang sebesar 99 ribu.
"Hal itu mengindikasikan relatif masih ketatnya pasar tenaga kerja AS," kata Faisal kepada Investortrust, Selasa (2/10/2024).
Berdasarkan perkembangan tersebut, ia memprediksi mata uang Garuda akan cenderung melemah dari greenback. Dia menyebut kurs rupiah akan bergerak di kisaran Rp 15.250/USD - Rp 15.325/USD.
Sebelumnya dia mengungkap kurs rupiah kewalahan mengahadapi menguatnya dolar AS. Hal itu tidak lepas dari meningkatnya sentimen risk-off, sehingga menguatkan permintaan aset safe haven. Ia menyebut naiknya risk off sentiment yang menguatkan dolar AS terutama dipicu oleh memanasnya kembali tensi geopolitik di Timur Tengah, setelah serangan rudal balistik Iran terhadap Israel.
"Investor cenderung berhati-hati. Pasar mengantisipasi potensi serangan balasan dari Israel, yang jika benar terjadi dapat meningkatkan konflik regional yang lebih luas," sebut dia.
Hari ini kurs rupiah ditutup melemah terhadap greenback. Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat, kurs rupiah ditutup melemah 43 poin ke level Rp 15.247/USD, setelah kemarin sempat berada di posisi Rp 15.204/USD.

