Kurs Rupiah Melemah, Tertekan Panasnya Geopolitik Timur Tengah
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (2/10/2024) hari ini. Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat, kurs rupiah ditutup melemah 43 poin ke level Rp 15.247/USD, setelah kemarin sempat berada di posisi Rp 15.204/USD.
Di pasar spot valas, mata uang Garuda juga cenderung lesu terhadap greenback. Dilansir Yahoo Finance hingga pukul 16.00 WIB, kurs rupiah bergerak melemah 65 poin (0,43%) ke level Rp 15.259/USD. Adapun sebelumnya, kurs rupiah berada di posisi Rp 15.194/USD.
Analis yang juga Ekonom Senior PT Bank Permata Tbk Faisal Rachman mengungkapkan, naiknya indeks dolar AS tidak lepas dari meningkatnya sentimen risk-off, sehingga menguatkan permintaan aset safe-haven. Ia menyebut naiknya risk-off sentiment yang menguatkan dolar AS terutama dipicu oleh memanasnya kembali tensi geopolitik di Timur Tengah, setelah serangan rudal balistik Iran terhadap Israel.
"Investor cenderung berhati-hati. Pasar mengantisipasi potensi serangan balasan dari Israel, yang jika benar terjadi dapat meningkatkan konflik regional yang lebih luas," kata dia kepada Investortrust, Jakarta, Rabu (2/10/2024).
Baca Juga
Ekonom Bank Permata Sambut Baik CCP, Bantu Stabilisasi Rupiah
Dari sisi lain terkait dengan hasil debat calon wakil presiden AS, lanjut dia, tidak ada reaksi signifikan pada pasar keuangan. Meski topik-topik ekonomi seperti inflasi dan pajak dibahas, investor menilai debat tersebut tidak memperkenalkan kebijakan baru atau perubahan substansial, yang dapat menyebabkan perubahan signifikan terhadap outlook ekonomi AS ke depan.
Lusinan Rudal Jatuh di Tel Aviv
Diberitakan sebelumnya, pasukan elit Garda Revolusi Iran melancarkan serangan masif ke Israel Rabu (2/10/2024), dengan meluncurkan puluhan rudal yang dikabarkan telah merusak pangkalan udara Israel Nevatim di Nejev. Hal itu dilansir TV pemerintah Iran, yang dikutip laporan Reuters.
Dalam pernyataannya, Garda Revolusi Iran memperingatkan Israel untuk tidak melakukan serangan balasan. Bahkan, mereka mengancam jika Israel tetap melansir serangan balasan, maka respons Teheran akan "lebih menghancurkan dan merusak".
Baca Juga
Jokowi Bakal Tambah Fasilitas dan Alat Kesehatan RSUD Kefamenanu
Dikutip CNN, militer Israel memperkirakan Iran menembakkan 180 proyektil. Namun, mereka menekankan bahwa angka tersebut bukanlah penghitungan akhir.
Dilaporkan tim CNN, mereka melihat lusinan rudal jatuh di kota Tel Aviv, Yerusalem, dan Haifa. Banyak rudal berhasil dicegat, namun berdasarkan sejumlah video yang beredar termasuk laporan langsung dari CNN, tampak puluhan rudal tidak berhasil dicegat oleh Air Dome atau sistem pertahanan udara Israel. Sejumlah ledakan di darat pun terekam dalam video tersebut.

