Menteri Rosan Perkirakan Realisasi Investasi Era Jokowi-Ma'ruf Tembus Rp 6.350 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P. Roeslani memperkirakan realisasi investasi sepanjang masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin akan tembus di angka Rp 6.350 triliun. Selama lima tahun masa pemerintahan Jokowi-Ma'ruf sejak tahun 2019 hingga Juni 2024, realisasi investasi telah mencapai angka Rp 5.931,3 triliun.
"Investasi sampai dengan Juni 2024 ini sebesar Rp 5.931 triliun total dan pada akhir (September) 2024 ini akan mencapai Rp 6.350 triliun, sehingga itulah (capaian) yang berada dalam Kabinet Indonesia Maju," kata Rosan dalam Anugerah Layanan Investasi (ALI) di Jakarta, Senin (30/9/2024), dipantau daring.
Ia mengatakan realisasi investasi di periode kedua pemerintahan Jokowi mengalami kenaikan rata-rata sebesar 18% setiap tahunnya. Selain itu pemerintah juga mencatatkan kenaikan realisasi investasi yang signifikan apabila dibandingkan dengan 5 tahun sebelumnya atau periode lalu.
Baca Juga
Hilirisasi Sumbang 21,9% Realisasi Investasi di Semester I-2024
"Pencapaian realisasi ini menunjukkan bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah direspons sangat baik, direspons sangat positif," lanjut dia.
Sementara itu, Kementerian Investasi/BKPM mencatat realisasi investasi di Indonesia sepanjang semester I tahun 2024 tembus angka Rp 829,9 triliun. Capaian ini sudah memenuhi sekitar 50,3% dari target yang dipatok Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebesar Rp 1.650 triliun untuk tahun 2024.
Sebelumnya, Bahlil Lahadalia, kala masih menjabat Menteri Investasi/kepala BKPM dan saat ini menjabat Menteri ESDM, mengatakan sebaran investasi terjadi merata di wilayah Indonesia. Ia menyebut porsi investasi di luar Pulau Jawa mendominasi dengan capaian Rp 416,2 triliun atau 50,2% dari realisasi nasional.
Baca Juga
Realisasi Investasi RI Tembus Rp 829,9 Triliun, FDI Mendominasi
"Sedangkan investasi di Pulau Jawa senilai Rp 413,7 triliun, porsinya 49,8% dari total realisasi investasi nasional," kata Bahlil dalam konferensi pers di kantor Kementerian Investasi/BKPM pada 29 Juli 2024.

