Balik Arah, Asing Jual Neto Rp 9,73 Triliun di Pasar Keuangan Sepekan
JAKARTA, investortrust.id - Berdasarkan kondisi perekonomian global dan domestik terkini, Bank Indonesia menyampaikan sejumlah perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah. Berbalik arah, sepekan ini, non-resident (asing) tercatat melakukan jual neto sebesar Rp 9,73 triliun di pasar keuangan.
"Pada akhir hari Kamis, 26 September 2024, rupiah ditutup pada level (bid) Rp 15.160 per dolar AS dan yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik di 6,44%. DXY (Indeks Dolar AS) melemah ke level 100,56 dan yield UST (US Treasury) Note 10 tahun naik ke level 3,796%," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan di Jakarta, 27 September 2024.
Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, dan CHF). Sedangkan US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.
"Pada pagi hari Jumat, 27 September 2024, rupiah dibuka pada level (bid) Rp 15.070 per dolar AS. Sedangkan yield SBN 10 tahun naik di 6,47%," bebernya.
Mata uang Garuda tercatat menguat ke Rp 15.138/USD pada Jumat (27/9/2024) sore dibanding hari sebelumnya Rp 15.171/USD, berdasarkan kurs Jisdor BI.
Aliran Modal Asing Keluar
Erwin mengatakan, pada minggu IV September 2024, premi credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun per 26 September 2024 sebesar 67,36 bps, naik dibandingkan 20 September 2024 sebesar 67,28 bps.
"Berdasarkan data transaksi 23 - 26 September 2024, non-resident tercatat jual neto sebesar Rp 9,73 triliun. Ini terdiri dari jual neto sebesar Rp 2,88 triliun di pasar saham, Rp 1,30 triliun di pasar SBN, dan Rp 5,55 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)," katanya.
Hal ini berbalik arah dibanding sepekan sebelumnya, berdasarkan data transaksi 17 -19 September 2024. Non-resident tercatat beli neto sebesar Rp 25,60 triliun, terdiri dari beli neto sebesar Rp 4,19 triliun di pasar saham, Rp 19,76 triliun di pasar SBN, dan Rp 1,66 triliun di SRBI.
"Berdasarkan data setelmen hingga 26 September 2024 pada semester II 2024, non-resident tercatat beli neto sebesar Rp 56,79 triliun di pasar saham, Rp 65,03 triliun di pasar SBN, dan Rp 63,25 triliun di SRBI. Sedangkan selama tahun 2024, berdasarkan data setelmen hingga 26 September 2024, non-resident tercatat beli neto sebesar Rp 57,13 triliun di pasar saham, Rp 31,07 triliun di pasar SBN, dan Rp 193,60 triliun di SRBI," ujar Erwin.
Bank Indonesia, lanjut dia, terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

