Target Pertumbuhan Ekonomi 8% di Era Praboro, Ekonom: Semua Harus Dukung
JAKARTA, investortrust.id - Ambisi pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8% pada lima tahun ke depan harus didukung penuh oleh seluruh lapisan masyarakat di Tanah Air.
Hal tersebut dilontarkan oleh Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam. Pasalnya Indonesia memang harus mencapai pertumbuhan ekonomi 8% agar mampu mencapai cita-cita Indonesia sebagai negara berpendapatan tinggi di tahun 2045.
"Seluruh Indonesia harus mendukung itu. Seharusnya, kita masyarakat Indonesia itu sejalan, mendukung, ketika pemerintahnya itu punya ambisi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ucap Piter saat konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (26/9/2024)
Piter menjelaskan, idealnya di tengah periode bonus demografi saat ini, semua pihak bisa memanfaatkannya dengan mentransmisikan bonus kependudukan tadi dalam bentuk pertumbuhan eknonomi yang lebih baik.
Baca Juga
Thomas Djiwandono: Prabowo Subianto Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Capai 8%
Sekadar informasi, Badan Pusat Statistik memaparkan bahwa Indonesia telah mengalami bonus demografi sejak tahun 2015 dengan periode puncaknya diperkirakan terjadi pada periode 2020- 2035, dengan tingkat kelahiran mengalami penurunan sehingga mengakibatkan persentase penduduk usia 0-14 tahun dan rasio ketergantungan menurun.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia, kata Piter, harus mampu ditingkatkan di periode sebelum berakhirnya bonus demografi di tahun 2035, sehingga bonus demografi ini bisa dimanfaatkan sebagai sebuah bonus dalam demografi, dan tak berubah menjadi bencana demografi.
"Karena ketika pertumbuhan ekonomi itu hanya 5%, maka perekonomian kita itu tidak mampu menciptakan lapangan kerja yang cukup untuk pertumbuhan angkatan kerja. Pertumbuhan angkatan kerja kita sekarang ini mencapai 4 juta setiap tahun," terangnya.
Baca Juga
Anindya Bakrie Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 8% di 2045, Ini Pendorongnya
"Sementara setiap 1% pertumbuhan ekonomi itu hanya bisa menciptakan lapangan kerja formal, itu sekitar 250 ribu. Jadi kalau 5%, berarti hanya bisa menciptakan lapangan kerja formalnya, itu 1,25 juta. Artinya 2,75 juta angkatan kerja baru itu tidak terserap oleh lapangan kerja formal," tambah Piter.
Lebih lanjut, mengomentari sejumlah program yang akan digelar di pemerintahan ke depan, Piter meyakini akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga di angka 8%. “Dengan program-program Pak Prabowo dan Bapak Jokowi, pertumbuhan 8% itu mungkin banget (tercapai,red) sebenarnya," ungkapnya.

