Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, SILO, PGAS, dan PTBA
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melemah, dengan pergerakan diperkirakan di range 7.700-7.800 pada perdagangan hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Siloam International Hospitals (SILO), Mitra Adiperkasa (MAPI), Perusahaan Gas Negara (PGAS), Bukit Asam (PTBA), dan Bank Pan Indonesia (PNBN).
“Kami merekomendasi SILO buy Rp 3.170-3.220 dengan stop loss Rp 3.060 dan MAPI buy Rp 1.870-1.900 dengan stop loss Rp 1.810. Selain itu, saham PGAS buy Rp 1.510-1.530 dengan stop loss Rp 1.450 dan PTBA buy Rp 2.980-3.030 dengan stop loss Rp 2.880,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Senin (23/9/2024).
| Rekomendasi saham pada perdagangan hari ini, 23 September 2024, dan indeks harga saham sejumlah bursa utama dunia kemarin waktu setempat. Sumber: InvestasiKu. |
Baca Juga
Harga Emas Antam Masih Betah Parkir di Rp 1.455.000 per Gram
Ia menjelaskan, pada Jumat lalu, IHSG tergelincir dari level all time high (ATH). IHSG melemah 2,05% ke level 7.743. Pelemahan ini terpengaruh oleh sentimen penghapusan BREN oleh indeks FTSE akibat tidak terpenuhinya syarat free float.
Secara sektoral, sektor yang memimpin pelemahan yaitu infrastruktur, bahan baku, dan properti, yang melemah masing-masing 3,26%, 2,11%, dan 1,55%. Koreksi harga Barito Renewables Energy (BREN) hingga auto reject bawah (ARB) turut membuat saham saham di bawah naungan grup Barito melemah signifikan dan membebani sektor infrastruktur serta bahan baku.
Meski demikian, investor asing masih mencatatkan akumulasi net buy sebesar Rp 687 miliar. Lima saham yang paling banyak dibeli yaitu Bank Syariah Indonesia (BRIS), Bank Central Asia (BBCA), Bank Jago (ARTO), PTBA, dan MAPI.
"Hari ini pelaku pasar domestik menanti rilis data uang beredar periode Agustus," paparnya.
Baca Juga
Bursa Global Konsolidasi
Head of Research Mega Capital Sekuritas itu juga membeberkan bahwa bursa saham global konsolidasi pada Jumat lalu waktu setempat. "Komentar pejabat The Fed bervariasi, dan bursa Amerika Serikat pun ditutup variatif, meski secara mingguan masih mencatatkan kinerja positif. Keputusan The Fed yang memangkas suku bunga 50 bps masih diapresiasi pasar, meski demikian pelaku pasar berhati-hati mencermati komentar berbagai pejabat The Fed yang berbeda pendapat," ujarnya.
Di Asia, mayoritas bursa menguat dengan Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,6% ke level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Sentimen positif di Asia masih ditopang oleh dimulainya pemangkasan suku bunga The Fed. Selain itu keputusan, Bank of Japan (BOJ) untuk mempertahankan suku bunga jangka pendek di sekitar 0,25%, tertinggi sejak 2008 dan sesuai ekspektasi pasar yang menunjukkan sikap BOJ tidak tergesa-gesa menaikkan suku bunga acuan.

