AHY Ungkap 3 Nilai Hidup Warisan SBY dalam Peluncuran Buku 'The Mentor' karya Merry Riana
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) sekaligus putra Presiden ke-6 RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan tiga nilai utama yang diwariskan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara peluncuran buku The Mentor.
“Yang pertama adalah nilai untuk terus berbuat terbaik, strive for excellence. Ini yang menjadi nilai yang Pak SBY miliki dan diterapkan secara konsisten sejak muda hingga menjadi Presiden Republik Indonesia,” kata AHY di salah satu hotel Jakarta, Senin (3/11/2025) malam.
Ia mengatakan, nilai tersebut mengajarkan untuk tidak setengah-setengah dalam berbuat dan terus mempercayai proses. “Hidup adalah perjalanan untuk mencapai titik tertinggi. Jatuh bangun adalah bagian dari siklus kehidupan. Jangan takut gagal, karena setiap orang bisa sukses dan menjadi putra-putri terbaik bangsa,” ujar AHY.
Nilai kedua yang disampaikan AHY berkaitan dengan prinsip SBY dalam berpolitik dan pemerintahan. Menurutnya, SBY selalu menekankan pentingnya nilai dan norma dalam meraih tujuan. “Politik bukan hanya tentang kekuasaan, tetapi ruang luas untuk pengabdian bagi bangsa dan negara. Power ends, values stay,” ucap AHY.
Sementara itu, nilai ketiga yang diwariskan SBY menurut AHY adalah tentang cinta, kesetiaan, dan kebahagiaan. Ia menuturkan, SBY mampu bangkit dan bertransformasi setelah kehilangan istrinya, almarhumah Kristiani Herawati alias Ani Yudhoyono.
“Kami menjadi saksi 2 tahun gelap di Cikeas. Namun, beliau mampu menata hati, menjadi seniman, pelukis, penulis puisi, dan pendiri tim bola voli LavAni yang kini telah empat kali juara nasional,” kata AHY.
AHY menambahkan, buku The Mentor yang ditulis Staf Khusus Bidang Kerja Sama Lembaga Non-Pemerintah dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenko IPK Merry Riana, berisi nilai-nilai kehidupan yang ringan dan membumi dari perspektif murid politik Presiden ke-6 RI. “Buku ini bisa dibaca siapa saja karena bahasanya humanis dan genuine,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan, buku tersebut menggambarkan keseimbangan antara kekuatan dan keteduhan. “Ada satu ruang setelah kita bergelut dengan kekuasaan. Kita memerlukan kedamaian, keteduhan, peace. Itulah yang kita ibaratkan rembulan,” kata SBY.
Ia berharap buku The Mentor dapat memberikan keteduhan dan menginspirasi generasi muda. “Mudah-mudahan pergulatan pemikiran, tanggung jawab, dilema, dan langkah apa pun bisa menginspirasi generasi muda karena kelak mereka akan memimpin bangsa Indonesia,” imbuh SBY.
Merry Riana menuturkan bahwa buku ini berawal dari panggilan hatinya ketika menginjakkan kaki di dunia “baru.” “Saya melihat dunia pemerintahan penuh kebisingan, lebih banyak orang bicara tentang power daripada principle. Lebih banyak orang mengejar popularitas daripada menjalankan sesuatu berdasarkan purpose. Di situlah saya belajar dari sosok mentor luar biasa seperti Bapak SBY,” kata Merry.
Ia menambahkan, awalnya buku ini merupakan catatan pribadi saja. Namun, dirinya ingin menyebarluaskan kisah inspiratif sosok mantan presiden menjadi seorang mentor yang luar biasa selama sembilan purnama alias 9 bulan.
“Saya sungguh berterima kasih karena bisa mengenal Bapak SBY bukan hanya sebagai presiden, tetapi juga sebagai mentor dan orang tua dalam dunia politik dan pemerintahan,” pungkas Merry.

