Soal Buku Sri Mulyani, Menko Airlangga Sebut Kode Keras Lanjut Menkeu
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melontarkan lelucon saat menghadiri peluncuran buku biografi Sri Mulyani Indrawati berjudul No Limits: Reformasi Dengan Hati.
Airlangga menyebut, frasa no limits dalam judul buku itu menandakan Sri Mulyani tidak memiliki batasan sebagai menteri keuangan (menkeu) siapa pun presidennya. Airlangga menyebut Sri Mulyani telah menjadi menkeu pada era Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan menjadi menkeu dua periode di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Airlangga berharap jabatan menkeu itu tetap berlanjut diemban Sri Mulyani di era pemeritahan presiden terpilih Prabowo Subianto.
"Saya melihat buku ini sebagai kode keras, karena there is no limit. Even sky is not a limit. Artinya kalau tadi kita bicara fase satu (menkeu) dengan Pak SBY. Fase dua (menkeu) dengan Pak Joko Widodo. Apakah ini persiapan fase tiga?" kelakar Airlangga di Aula Dhanapala Kemenkeu, Jumat (20/9/2024).
Baca Juga
NPWP Jokowi dan Sejumlah Menteri Bocor, Ini Kata Sri Mulyani
Airlangga mengaku mengenal Sri Mulyani sejak awal 2000-an ketika masih menjabat sebagai ketua Asosiasi Emiten. Pada era krisis finansial 2008-2009, Airlangga sempat bertemu secara intens dengan Sri Mulyani.
Airlangga mengaku menjadi salah satu saksi ketika Sri Mulyani masih memimpin rapat penanganan krisis meski di tengah duka mendalam. Saat rapat berlangsung, ibunda Sri Mulyani dikabarkan wafat.
“Saat ibunya, Ibu Sri Mulyani (wafat) saya hadir dalam rapat itu dan pada waktu itu diputuskan bursa ditutup, nah itu pada waktu itu pertemuan malam dan saya juga mengundang beberapa emiten,” kata dia.
Setelah itu, Airlangga mengenal Sri Mulyani sebagai pejabat negara.
Baca Juga
Sri Mulyani Menangis Sampaikan Pesan Terakhir di Banggar DPR
Salah satu momen tak terlupakan Airlangga saat kerja bersama Sri Mulyani yaitu penanganan krisis Covid-19. Menurutnya, Sri Mulyani merupakan salah satu menteri yang paling berjasa dalam menghadapi krisis saat pandemi.
“Jadi perjalanan memang panjang, perjalanan tak terduga dan kita berada dalam perang lawan musuh yang tidak kelihatan. Namun, saya bangga karena kita kompak sampai ke G-20, sampai dengan hari ini sama-sama menjaga perekonomian Indonesia,” ujar dia.

