Bahlil Tegaskan Hilirisasi Jadi Trigger Pertumbuhan Ekonomi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan hilirisasi merupakan program penting dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Maka dari itu, hilirisasi ini akan dilanjut di masa pemerintahan Prabowo Subianto.
Sebagaimana diketahui, Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi 8%. Dengan hilirisasi ini, Bahlil menyebut bahwa hal ini akan menjadi trigger (pemicu) bagi pertumbuhan ekonomi ke depan.
"Hilirisasi ini kan sudah jalan nikel. Sudah bagus sekarang. Kita hilirisasi di komoditas lain di bauksit, di tembaga, di timah. Nah, trigger untuk pertumbuhan ekonomi kita di atas 5%, di 6% atau 7%, salah satu trigger-nya itulah hilirisasi," sebut Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (20/9/2024).
Baca Juga
Jokowi: Hilirisasi Nikel dan SDA Kunci Peningkatan Ekonomi Nasional
Kendati demikian, dijelaskan oleh Bahlil bahwa saat ini pemerintah sedang melakukan penataan terhadap bahan-bahan baku. Tujuannya adalah agar bahan baku tersebut bisa betul-betul diberikan kepada perusahaan yang bisa melakukan hilirisasi, atau bekerja sama dengan industri-industri.
"Sekarang kita lagi menjaga agar investasi yang masuk, katakanlah industri-industrinya itulah dari asing, tetapi bahan bakunya harus dalam negeri. Harus perusahaan dalam negeri supaya kita blending, supaya tumbuh bersama-sama," ujar Bahlil.
Sebelum ini, Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Perekenomian, Raden Pardede mengatakan, untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8% perlu dilakukan berbagai upaya. Sebab, Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan hilirisasi untuk mencapai target tersebut.
Baca Juga
Dorong Nilai Tambah, Bahlil Minta Produsen Batu Bara Lakukan Hilirisasi
"Menurut kami hilirisasi perlu, tapi itu tidak cukup. Karena negara ini membutuhkan lapangan kerja yang banyak. Dengan hilirisasi, jumlah pekerjaan yang diciptakan relatif terbatas. Oleh karena itu harus broad based job creator sector,” ujar Raden.

