Surplus Neraca Perdagangan ke-52 Berturut-turut, BKF: Peluang Dapatkan Tambahan Devisa
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya surplus perdagangan pada Agustus 2024. Tren positif perdagangan ini berlangsung selama 52 bulan berturut-turut.
Merespons surplus tersebut, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan surplus perdagangan membuat peluang tambahan devisa.
“Itu bagus kita melihat ada peluang mendapatkan tambahan devisa dan ini cerminan dari perekonomian kita yang semakin diversified,” kata Febrio di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (17/9/2024).
Baca Juga
Surplus Neraca Perdagangan Agustus Melonjak 480%, Tembus US$ 2,9 Miliar
Febrio mengatakan surplus tersebut dapat menjadi angin segar karena kondisi ekonomi global masih menantang. Ini terlebih, kata Febrio, yang melihat kondisi perekonomian di China.
Sekadar informasi, dalam laporannya April 2024 lalu, Bank Dunia menyebut pertumbuhan ekonomi China telah melambat dalam beberapa tahun terakhir, akibat kendala struktural, termasuk pertumbuhan tenaga kerja yang menurun, serta hasil investasi yang semakin berkurang, hingga pertumbuhan produktivitas yang melambat.
“Jadi kita bisa membukukan surplus sebesar itu dan akumulasi surplus sangat baik. Untuk kita bisa melihat, itu adalah hasil kerja keras untuk perubahan struktur perekonomian kita untuk nilai tambah lebih tinggi. Tidak hanya untuk tahun ini tetapi juga tahun-tahun berikutnya,” ujar dia.
Baca Juga
Ini Tiga Negara Penyumbang Surplus dan Defisit Perdagangan Juli 2024
Sebelumnya, BPS mencatat surplus perdagangan pada Agustus 2024 tersebut tercatat sebesar US$ 2,9 miliar. “Atau naik sebesar US$ 2,4 miliar secara bulanan,” kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini di kantornya, Jakarta, Selasa (17/9/2024).
Meski demikian, kata Pudji, surplus perdagangan barang Agustus 2024, lebih rendah dibanding surplus daripada Agustus 2023. Jika dibandingkan Agustus 2023, neraca perdagangan Agustus 2024 lebih rendah US$ 0,22 miliar.
“Surplus neraca perdagangan nonmigas Agustus 2024 lebih tinggi jika dibanding bulan lalu. Tetapi, lebih rendah dibandingkan bulan yang sama tahun lalu,” kata dia.

