Dukung Swasembada Pangan dan Energi, Wamentan Bahas B50 dan Bioetanol
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono melakukan diskusi intensif dengan salah satu Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Agus Pramono. Keduanya membahas mengenai keberlanjutan swasembada pangan dan energi.
Pasalnya, Presiden Terpilih Prabowo Subianto memiliki target untuk mempercepat pengembangan B50 saat menjabat mulai Oktober mendatang. Hal tersebut diyakini Prabowo dapat membuat Indonesia hemat impor hingga Rp 300 triliun lebih.
Sudaryono menyebut, pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sangat fokus mewujudkan ketahan pangan dan energi nasional di tengah krisis global. Menurutnya, banyak hal yang tengah dilakukan pemerintahan saat ini untuk mewujudkan kemandirian pangan, serta ketahanan energi.
"Kedaulatan pangan dan energi itu harus menjadi konsentrasi kita sebagai bangsa yang besar. Apa yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo saat ini akan dilanjutkan oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto, untuk mewujudkan ketahan pangan dan energi demi kemakmuran rakyat Indonesia," ucapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (11/9/2024).
Baca Juga
Ekspor Biodiesel Indonesia ke Eropa Anjlok 70%, Ternyata Ini Biang Keladinya!
Wamentan Sudaryono menjelaskan, salah satu wujud nyata komitmen Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan ketahanan pangan dan energi terlihat melakukan penanaman tebu perdana di Kampung Sermayam, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan beberapa waktu lalu. Soal penanaman tebu, Sudaryono menilai komoditas pertanian Indonesia itu tidak hanya sekedar menjadi gula, tetapi juga bisa diolah menjadi bioetanol (C2H5OH), sebagai bahan bakar alternatif yang sangat berguna dan membantu untuk mewujudkan ketahan energi serta menekan impor BBM.
"Pemerintah sangat optimistis menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dan energi di kawasan Merauke dan sekitarnya. Potensi produksinya seperti padi, jagung, dan tebu untuk gula pasir dan bioetanol. Ada laboratorium untuk kultur jaringan, pembibitan tebu, perkebunan tebu, hingga persemaian tanaman konservasi juga sudah tersedia," tuturnya.
Baca Juga
Bapanas: Pasokan Pangan untuk Makan Bergizi Gratis akan Terkoneksi

