Pemerintah Lelang Pembelian Kembali Surat Utang Negara
JAKARTA, investortrust.id - Pada hari Kamis, 12 September 2024, pemerintah akan melakukan lelang pembelian kembali Surat Utang Negara (SUN), dengan cara penukaran (debt switch). Lelang dilakukan melalui MOFiDS (Ministry of Finance Dealing System) trading platform, mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB.
"Pada prinsipnya, semua pemegang sejumlah seri-seri SUN yang ditawarkan dapat ikut serta dalam lelang tersebut. Namun, dalam pelaksanaannya harus dilakukan melalui Dealer Utama yang telah ditunjuk oleh pemerintah," papar Direktorat Surat Utang Negara dalam keterangan di Jakarta, dikutip Kamis (12/9/2024).
Baca Juga
Saat ini telah terdaftar 20 Dealer Utama, yang terdiri atas tujuh belas bank dan tiga perusahaan sekuritas. Dealer Utama tersebut adalah Citibank NA, Deutsche Bank AG, HSBC, Bank Central Asia, Bank Danamon Indonesia, Bank Maybank Indonesia, Bank CIMB Niaga, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank OCBC NISP, Bank Panin, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, Bank Permata, Bank ANZ Indonesia, Standard Chartered Bank, JP Morgan Chase Bank NA, BRI Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia.
Harga penawaran dinyatakan dalam harga bersih (clean price) dengan satuan harga dalam bentuk persentase sampai dengan dua desimal dan kelipatan 0,05%. Volume penawaran minimum adalah Rp 1 miliar atau 1.000 unit, dengan kelipatan Rp 1 miliar atau 1.000 unit.
Seri-seri obligasi negara yang dapat ditawarkan oleh pemegang obligasi negara (source bond) adalah seri obligasi negara sebagai berikut:
"Pengumuman hasil lelang akan disampaikan oleh pemerintah pada tanggal 12 September 2024. Setelmen akan dilaksanakan melalui sistem BI-SSSS (Bank Indonesia – Scripless Securities Settlement System) pada tanggal 17 September 2024 (T+2) dan hanya dilakukan dengan Dealer Utama. Ketentuan mengenai pelaksanaan lelang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 114 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Surat Utang Negara di Pasar Sekunder," paparnya.
Adapun Obligasi Negara penukar (destination bond) yang ditawarkan pemerintah adalah sebagai berikut:
Yield Obligasi RI Turun
Sementara itu, Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengungkapkan sebelumnya, yield obligasi pemerintah RI tenor 10 tahun IDR turun 2,20 bps ke level 6,60% (+8,00 bps year to date). Yield obligasi pemerintah RI tenor 10 tahun USD (INDON) juga turun 5,90 bps ke level 4,59% (-22,80 bps ytd).
Sementara itu, di pasar Surat Berharga Negara, data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) masih transaksi pada Senin lalu, dengan non-resident di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan melakukan pembelian neto Rp 1,51 triliun. Hal ini membuat net buy secara month to date berbalik positif menjadi Rp 1,49 triliun di SBN rupiah yang dapat diperdagangkan hingga Senin lalu.
Secara year to date asing mencatatkan pembelian bersih Rp 11,17 triliun hingga Senin lalu.
Baca JugaHarga Emas Antam Turun Rp 2.000 per Gram, Termurah Rp 754.500

