Bappenas Target 15,42 Juta Jiwa Penerima Program Bantuan Makan Bergizi Gratis
JAKARTA, investortrust.id - Kemententerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas memasukkan penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu prioritas nasional rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2025. Program unggulan penguatan SDM adalah pemberian bantuan gizi.
Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas, Scenaider Clasein Hasudungan Siahaan mengungkap, pemerintah akan memprioritaskan bantuan gizi yang menyasar sekitar 15,42 juta jiwa tahun 2025. Bantuan ini akan dieksekusi melalaui program makan bergizi gratis yang dicanangkan presiden terpilih, Prabowo Subianto.
Baca Juga
Bapanas: Pasokan Pangan untuk Makan Bergizi Gratis akan Terkoneksi
"Highlight program utama adalah memberikan makanan bergizi sehat di sekolah dan pesantren, serta bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil dengan sasaran 15,42 juta jiwa, baik itu anak sekolah, santri, ibu hamil, ibu menyusui dan balita di 514 kabupaten/kota," kata Scenaider dalam rapat kerja bersama Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/9/2024).
Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas, Scenaider Clasein Hasudungan Siahaan
Program bantuan makan bergizi masuk dalam program nomor empat 4 dari total 8 prioritas nasional pembangunan pemerintah tahun 2025. Prioritas nasional pembangunan 4 teridiri atas penguatan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender serta penguatan peran perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas.
Baca Juga
Kepala BKKBN Beri Contoh Makanan Bergizi Tinggi dengan Harga Terjangkau
Selain bantuan gizi, prioritas naional pembangunan ke-4 tahun 2025 memberikan mandat terhadap penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis, yakni menuntaskan persoalan kasus tuberkulosis (TBC). Pemerintah menargetkan sasaran penurunan TBC menjadi 272 (per 100.000 penduduk). "Pemerintah akan membangun rumah sakit lengkap berkualitas di Kabupaten/Kota," kata Scenaider.
Kemudian dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR tersebut, Bappenas juga mengungkap pemerintah akan menargetkan pembangunan empat sekolah menengah atas (SMA) unggulan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara. Kemudian pemerintah juga telah mencanangkan akan memperbaiki sekolah-sekolah yang membutuhkan renovasi sekitar 90.000 ruang kelas.

