Kepala BKKBN Beri Contoh Makanan Bergizi Tinggi dengan Harga Terjangkau
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo menegaskan, untuk menunjang kecerdasan otak, asupan makanan untuk tubuh, termasuk bayi dan remaja, tidak harus dengan makanan berharga mahal.
Menurut dokter Hasto, makanan berprotein tinggi dan bergizi bisa didapatkan dengan mudah, seperti ikan lele yang harganya relatif terjangkau oleh masyarakat kebanyakan.
"Makanan yang bagus belum tentu mahal. Daging sapi mengandung lemak jenuh. Ikan tidak mengandung lemak jenuh, namun kandungan utamanya tinggi protein dan dibutuhkan bagi pertumbuhan. Ikan, seperti ikan lele, jauh lebih murah dari daging sapi tapi lebih bagus (kandungan gizinya),’’ jelas dokter Hasto dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu, (28/7/2024).
Lebih lanjut, dia juga menjelaskan terkait penyebab stunting. Setidaknya ada tiga hal yaitu sub optimal nutrisi alias kekurangan gizi kronis, sub optimal health atau sering sakit, dan pola asuh kurang optimal.
Baca Juga
Kepala BKKBN Ingatkan Pentingnya Kesiapan Ekonomi dan Mental Sebelum Menikah
Sehingga, ia mengingatkan untuk waspada terhadap bayi yang berat badannya melebihi batas normal alias gemuk. "(Bayi) Gendut disangka sehat, hati-hati. Ketika bayi usia di bawah dua tahun (baduta) terindikasi stunting, setelah itu tubuhnya gendut karena asupan makanannya, tetap harus hati-hati," tuturnya.
Beberapa riset menunjukkan bahwa bayi gemuk berpotensi terserang penyakit degeneratif seperti jantung, hipertensi, diabetes di saat usianya dewasa. "Jadi, yang ideal itu bentuk tubuh proporsional," ungkapnya.
Baca Juga
Waspada! BKKBN Sebut 74% Remaja Sudah Berhubungan Seksual di Usia 15-19 Tahun
Dokter Hasto juga mengingatkan agar juga hati-hati saat membeli makanan. Ia menghimbau untuk memperhatikan kandungan dari makanan tersebut sebelum membeli, seperti contohnya adalah makanan cilok dan seblak yang sangat digemari remaja.
"Cilok bagus asalkan diisi ikan atau telur. Tapi isinya harus kelihatan agar kita yakin. Tapi kalau hanya rasanya saja, tidak terlihat isinya, itu sangat berbahaya," ujar dokter Hasto mengajak para remaja untuk lebih hati-hati memilih panganan atau jajanan.
Ia mencontohkan hamburger di mana isinya seperti daging, telur, dan sayur terlihat dengan jelas. "Makan cilok bisa ciloko (celaka) kalau tidak betul-betul tahu isinya," pungkasnya.

