Anindya Bakrie Ingin Seluruh Kelompok Masyarakat Indonesia Naik Kelas
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Asia-Pacific Economic Cooperation Business Advisory Council (APEC BAC) Anindya Bakrie berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Dia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai target 5,23% secara tahunan pada tahun mendatang.
"Ini bukan suatu hal yang tidak mungkin dan yang paling penting saya selalu katakan bukan hanya tumbuh Indonesia, tetapi tumbuh bareng-bareng. Bukan hanya satu kelompok saja yang naik kelas, tetapi semuanya juga naik kelas," kata Anindya saat diskusi Future of Indonesia Dialogue: Optimisme Dunia Usaha dalam Bermitra dan Menyongsong Pemerintahan Prabowo-Gibran, di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Sabtu (31/8/2024).
Baca Juga
Tak Ingin Hanya Jadi Penonton, Ini Target Menteri Investasi Bagi Perekonomian Indonesia
Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat, kata Anindya, yaitu efisiensi di sektor industri atau Rasio Incremental Capital Output Ratio (ICOR).
Menurut Anindya, Indonesia perlu menurunkan ICOR. Dalam paparannya, sebagai gambaran, dalam kondisi business as usual (BaU) Indonesia butuh Foreign Direct Investment (FDI) hingga US$ 160 miliar untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6% secara tahunan dan butuh US$ 850 miliar untuk tumbuh 8% dalam lima tahun ke depan. Padahal, berdasarkan Balance of Payment (BoP) total FDI lima tahun terakhir hanya US$ 112 milar.
"Jadi memang kita tahu bahwa di ekonomi kita pada saat ini produktivitas atau efisiensi masih kurang," ujar dia.
Anindya melihat tantangan pada tahun mendatang begitu besar. Namun, tantangan itu dapat dilewati dengan optimistis yang dijaga.
"Kta tahu semua yang dikatakan kebutuhan lapangan kerja terus dibutuhkan. Obesitas regulasi ada, kadang-kadang daya saing kita rendah iya, global environment juga tidak terlalu berkawan," ujar dia.
Optimisme Anindya untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat menjadi amat penting. Hal ini karena, berdasar laporan Badan Pusat Statistik (BPS) data kelas menengah Indonesia pada 2024 sebesar 47,85 juta orang atau 17,13% dari total penduduk Indonesia. Angka ini turun dari tahun sebelumnya yang berjumlah 48,72 juta jiwa atau 17,44% dari total jumlah penduduk.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, penurunan terjadi akibat dampak panjang dari pandemi.
"Setelah pandemi, dia (kelas menengah) turun bertahap, itu yang saya tadi bilang, ada long covid buat perekonomian," ujar Amalia dalam konferensi pers, Jumat (30/8/2024).
Baca Juga
Anindya Bakrie Optimistis Target Pertumbuhan Ekonomi 2025 Tercapai
Dari data yang disajikan, tahun ini, kata Amalia, masyarakat yang tercatat sebagai kelas atas sebesar 1,07 juta orang atau 0,38% jumlah penduduk. Kelompok rentan miskin tercatat 67,69 juta orang atau 24,23% total penduduk. Sementara, kelompok miskin sebesar 25,22 juta orang atau 9,03% dari jumlah penduduk.
"Untuk yang menuju kelas menengah itu jumlahnya bertambah dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar 137,5 juta orang atau sebesar 49,22%" kata dia.

