Kepala BKF Prediksi 40.000 Konsumen Gunakan Insentif PPN DTP
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu memprediksi sebanyak 40.000 konsumen akan memanfaatkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk perumahan pada 2024.
“Tahun ini sekitar 40.000 (konsumen) kita prediksi akan memanfaatkan untuk rumah komersil,” kata Febrio di kompleks parlemen MPR/DPR, Jakarta, Selasa (27/8/2024).
Febrio mengatakan pemberian PPN DTP untuk perumahan karena sektor ini melibatkan banyak hal, yang akan menghasilkan multiplier effect yang besar dan berdampak pada perekonomian.
Baca Juga
Komitmen Kurangi Backlog Perumahan, BTN Usulkan 2 Skema Subsidi Baru Ini ke Pemerintah
“Tahun lalu (pengguna insentif) sekitar puluhan ribu yang memanfaatkan PPN DTP,” kata dia.
Pemberian PPN DTP untuk perumahan sebesar 100% hingga akhir tahun ini muncul setelah Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah akan melansir insentif ini. Dia menyebut keputusan pemberian insentif sudah disetujui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menopang kebutuhan kelas menengah.
“Harapan kita ini terus bisa untuk menahan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Dan kita melihat kelas menengah juga membutuhkan, khususnya untuk perumahan,” kata dia.
Baca Juga
BPS: Kelas Menengah Shifting Pengeluaran, Lebih Banyak untuk Hiburan dan Pesta
Selain PPN DTP untuk perumahan, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) juga mendapatkan insentif Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Dalam insentif ini, kata Febrio, pemerintah membayar sebesar 5% dari bunga Kredit Perumahan Rakyat (KPR).
“Untuk MBR tahun ini ditargetkan 165.000 unit. Tadi diumumkan naik jadi 200.000 unit untuk mendorong pembelian rumah MBR,” kata dia.

