Komisi XI Usul Tukin ASN Dipotong Jika Target Sasaran Pembangunan Tak Tercapai
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Komisi XI DPR Dolfie Othniel Frederic Palit mengusulkan penerapan reward and punishment bagi aparatur sipil negara (ASN) di kementerian/lembaga (K/L) sebagai bagian dari pemenuhan target pembangunan 2025. Usulan ini disampaikan karena selama ini target pembangunan tidak pernah dipertanggungjawabkan apabila meleset.
“Kalau indikator itu tidak tercapai tanggung jawab siapa? Reward and punishment-nya bagaimana?” kata Dolfie di kompleks DPR, Jakarta, Rabu (28/8/2024).
Dolfie menyebut anggaran untuk K/L tiap tahun mengalami kenaikan. Tapi, target pembangunan ini selalu meleset.
“Jadi pemerintah perlu memikirkan sasaran pembangunan prioritas nasional yang dijanjikan pemeirntah dalam setiap pembahasan APBN,” ujar dia.
Baca Juga
Menteri PUPR: ASN yang Tolak Pindah ke IKN Akan Merugi, Ini Alasannya
Untuk itu, Dolfie mengusulkan ke pemerintah agar pemberian tunjangan kinerja (tukin) menyesuaikan pencapaian target ini. “Tukinnya disesuaikan karena jika tidak tercapai, tidak bisa dibiarin. Rakyat menunggunya lama nanti, sementara ASN-nya gajinya naik terus,” kata dia.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan secara prinsip dan semangat, pemerintah setuju untuk menerapkan stick and carrot itu. Namun, pelaksanaannya akan sulit, karena indikator maupun target pembangunan itu banyak melibatkan K/L.
Selain itu, ia melanjutkan mekanisme penetapan tukin sebetulnya ada di ranah presiden melalui penerbitan peraturan presiden atau Perpres dan proses penetapannya panjang karena harus melalui proses di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
Baca Juga
Menteri Basuki: Inpres Alih Fungsi Wisma Atlet Jadi Rusun ASN-Komersial Terbit September 2024
"Karena Menpan RB yang akan menentukan kinerja mereka, kemudian dari kami lihat dari amplop anggarannya dan baru kita akan membuat keputusan. Jadi memang mekanisnya akan membutuhkan waktu tapi kami secara spirit memahami dan nanti akan kita pikirkan,” ujar dia.
Target-target pembangunan pada 2025 yaitu tingkat pengangguran terbuka di level 4,5%-5%, tingkat kemiskinan 7%-8%, tingkat kemiskinan ekstrem di angka 0%, indeks gini rasio 0,379-0,382, serta indeks modal manusia 0,56. Sementara itu, untuk indikator pembangunan seperti nilai tukar petani di level 115-120, dan nilai tukar nelayan di level 105-108.

