Menteri Basuki: Inpres Alih Fungsi Wisma Atlet Jadi Rusun ASN-Komersial Terbit September 2024
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengungkapkan, Wisma Atlet Kemayoran Jakarta yang dulunya sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19 pada tahun 2020-2022 akan diubah fungsi bangunannya menjadi rumah susun (rusun) aparatur sipil negara (ASN) dan gedung komersial.
“Wisma Atlet yang saya laporkan itu sedang disiapkan Inpres (Instruksi Presiden)-nya untuk mengoptimalkan pemanfaatan Wisma Atlet yang 10 tower itu, yang 7 (tower) di dalam, yang 3 (tower) di luar. Itu rencananya kira-kira 50% untuk komersial, yang 50% (lainnya) untuk ASN,” kata Basuki saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/8/2024).
Ia menambahkan, Inpres terkait pengalihfungsian gedung Wisma Atlet tersebut akan diterbitkan pada September 2024. “Ini lagi disiapkan Inpres-nya menurut saya mungkin September ini (terbit),” ujar Basuki.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Kementerian PUPR akan merenovasi Wisma Atlet Kemayoran menjadi rusun aparatur sipil negara (ASN). Anggaran untuk menyulap Wisma Atlet Kemayoran menjadi rusun ASN dialokasikan sebesar Rp 350 miliar.
Baca Juga
PUPR Bakal Sulap Wisma Atlet Kemayoran Jadi Rusun ASN, Berapa Anggarannya?
Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto mengatakan, target penyelesaian renovasi tersebut diperkirakan akan memakan waktu selama enam bulan lamanya.
“Sekarang masih direnovasi, sudah dialokasikan Rp 350 miliar. Target renovasi sih paling cepat enam bulan,” kata Iwan di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2024).
Selain menjadi rusun ASN, lanjut Iwan, sebagian dari komplek Wisma Atlet Kemayoran akan diubah menjadi kawasan komersial untuk pembiayaan operasional area tersebut. Pengalihfungsian ini menunggu terbitnya peraturan presiden (perpres).
“Fungsi yang utama untuk (rusun) ASN, sebagian nanti ada yang prospek untuk dikomersialkan. Ya, tunggu perpres-nya dulu,” ungkap Iwan.
Baca Juga
Menteri PUPR: ASN yang Tolak Pindah ke IKN Akan Merugi, Ini Alasannya
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan, rencana pergeseran fungsi Wisma Atlet digarap bersama dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR.
Dia mengatakan pemerintah akan merilis inpres penetapan Wisma Atlet menjadi ASN dalam pekan ini. Di sisi lain, Pratikno juga belum bisa memproyeksikan total kapasitas kamar yang akan menjadi rusun ASN.
“Itu yang nanti akan dirancang dari Tim BLU (Badan Layanan Umum Kemensetneg),” kata Pratikno beberapa waktu lalu.
Sebagai gambaran, Wisma Atlet Kemayoran pernah menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19 selama dua tahun sejak 2020 hingga 2022. Penghentian operasional Wisma Atlet menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19 berlangsung sejak 31 Desember 2022 dikarenakan kasus positif Covid-19 terus menurun sehingga jumlah pasien yang dirawat terus berkurang.
Wisma Atlet Kemayoran juga pernah menjadi tempat menginap para atlet yang berlaga di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
Kementerian PUPR membangun wisma atlet sebanyak 10 tower yang terdiri dari tiga tower di Blok C-2 seluas 135.000 m2 dan tujuh tower di Blok D-10 seluas 333.700 m2 di kawasan Kemayoran.
Pembangunan Wisma Atlet Kemayoran sudah dimulai pada 17 Maret 2016, dengan nilai kontrak sekitar Rp 3,7 triliun yang dilaksanakan pada 2016-2017. Kawasan Kemayoran Blok C-2 dan Blok D-10 merupakan aset milik negara atas nama Kementerian Sekretariat Negara.
Pada Blok C-2 dibangun tiga tower dengan jumlah total 1.932 unit dan Blok D-10 akan dibangun tujuh tower dengan jumlah total 5.494 unit. Rusun yang dibangun ini merupakan tipe 36 dengan fasilitas dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi, dan tempat cuci jemur. Dalam satu unit rusun bisa dihuni tiga orang, sehingga wisma atlet ini dapat menampung sebanyak 22.278 orang.

