Indeks Dolar Rebound, Kurs Rupiah Melemah ke Rp15.509/USD Selasa
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah tergelincir terhadap dolar Amerika Serikat dalam pembukaan perdagangan Selasa (27/8/2024) pagi. Dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah bergerak melemah 85 poin ke level Rp 15.509/USD pada pukul 09.15 WIB.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengatakan, investor tengah mengamati laporan data Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS bulan Juli 2024, yang akan dirilis pada Jumat. "Sementara itu, data menunjukkan pesanan barang tahan lama melonjak 9,9% pada Juli, yang dengan mudah membalikkan penurunan 6,9% pada bulan Juni," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (27/8/2924).
Yahoo Finance mencatat, pada Selasa pagi, indeks dolar AS rebound 0,01% ke level 100,86. DXY ini sempat di bawah level 100,8 pada hari sebelumnya..
Inflasi AS Menuju 2%
Di sisi lain, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyatakan keyakinannya bahwa inflasi di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu akan kembali ke target sebesar 2%. Bank sentral juga meyakinkan pasar bahwa mereka menyeimbangkan risiko terhadap pasar tenaga kerja.
"Ketua The Fed Jerome Powell mencatat bahwa pasar tenaga kerja AS mendingin dengan cepat, menyusul laporan pekerjaan yang lebih lemah dari Juli dan revisi ke bawah pada daftar gaji minggu ini. Sementara, indeks dolar (sempat) turun di bawah 100,8, terendah sejak Juli 2023, setelah Powell hampir mengonfirmasi ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan melakukan beberapa kali pemotongan suku bunga (acuannya) tahun ini," kata Andry.
Baca Juga
Harga Emas Antam Stabil di Rp 1.420.000 per Gram, Termurah Rp 760.000
Dalam pidatonya di Jackson Hole, Powell mengatakan sudah waktunya bagi The Fed untuk menyesuaikan kebijakannya. Namun demikian, waktu dan besaran pemotongan suku bunga akan bergantung pada data ekonomi mendatang.
Yield Obligasi Pemerintah RI
Seiring dengan tren global, imbal hasil obligasi pemerintah RI IDR 10 tahun turun 2,50 bps menjadi 6,61%, namun masih naik 9,4 bps secara year to date. Sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah USD 10 tahun (INDON) turun 7,20 bps menjadi 4,64% dan terpangkas 17,5 bps ytd.
Baca Juga
Kemarin, kurs Bank Mandiri mencatat nilai tukar rupiah menguat 0,39% ke level Rp 15.430/USD, namun masih terdepresiasi 0,21% ytd. Sedangkan untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak di kisaran Rp 15.406-15.528 per dolar AS.

