Bagikan

Timur Tengah Bergolak, Harga Minyak Melonjak Lebih dari 3%

NEW YORK, investortrust.id – Timur Tengah bergolak, harga minyak kembali melonjak. Minyak mentah berjangka AS naik 3% pada hari Senin (26/8/2024). Ini harga terbaik dalam dua minggu, di tengah laporan penghentian produksi di Libya dan setelah Israel-Hizbullah saling melancarkan serangan di perbatasan Lebanon.

Baca Juga

Timur Tengah Makin Tegang, Warga AS Diimbau Segera Tinggalkan Lebanon

Pemerintah Libya bagian timur di Benghazi pada Senin mengatakan bahwa produksi dan ekspor minyak di negara Afrika Utara itu akan dihentikan, di tengah perselisihan dengan pemerintah barat.

Patokan AS mencapai sesi tertinggi $77,60 per barel, level tertinggi sejak 16 Agustus.

Berikut harga energi penutupan hari Senin:

• Kontrak West Texas Intermediate Oktober: $77,42 per barel, naik $2,59, atau 3,46%. Minyak mentah AS telah naik 8,05% ytd (year to date).

• Kontrak Brent Oktober: $81,43 per barel, naik $2,41, atau 3,05%. Minyak acuan global telah menguat 5,7% ytd.

• Kontrak RBOB Gasoline bulan September: $2.28 per galon, sedikit berubah. Bensin naik 8,4% ytd.

• Kontrak Gas Alam September: $1,95 per seribu kaki kubik, turun lebih dari 6 sen, atau 3,26%. Gas turun 22,2% ytd

Libya memproduksi sekitar 1,2 juta barel per hari, dengan lebih dari 1 juta barel per hari diekspor ke pasar global, kata Matt Smith, analis minyak utama untuk Amerika di Kpler.

“Keadaan force majeure pada produksi dan ekspor Libya berpotensi berdampak signifikan pada pasar global,” ujar Smith kepada CNBC.

Minyak mentah AS kemungkinan akan menjadi penerima manfaat terbesar dari penutupan ini, karena Eropa membeli minyak AS untuk menggantikan pasokan Libya yang hilang, kata Smith.

Israel melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran di Lebanon pada hari Minggu, menggambarkan operasi tersebut sebagai serangan pendahuluan untuk mencegah Hizbullah menembakkan rentetan rudal. Hizbullah mengatakan pihaknya telah meluncurkan ratusan rudal ke Israel sebagai pembalasan atas pembunuhan salah satu komandan senior milisi pada bulan Juli.

Timur Tengah berada dalam kegelisahan selama berminggu-minggu setelah pembunuhan komandan Hizbullah di Beirut dan pemimpin Hamas di Teheran, Iran.

Iran juga berjanji akan melakukan pembalasan terhadap Israel, namun sejauh ini ancaman serangan tersebut belum terwujud.

Baca Juga

Masih ‘Omon-Omon’, Belum Ada Kemajuan Perundingan Gencatan Senjata di Gaza

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024