Uji Coba Masuki Tahap Lanjutkan, Ini Update BI Mengenai Rupiah Digital
BALI, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) berupaya membangun sistem pembayaran berdaya tahan. Dalam Blueprint Sistem Pembayaran (BSPI) 2030, salah satu upaya membangun daya tahan tersebut adalah pengembangan rupiah digital.
Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Ryan Rizaldy mengatakan, rupiah digital masih dalam tahap pengembangan atau uji coba. Uji coba rupiah digital yang dinamai Proyek Garuda sudah memasuki tahap penyelesaian uji coba di level cash ledger.
“Rupiah digital dengan cash ledger akan bergerak kepada percobaan atau eksperimentasi rupiah digital dengan securities ledger, dan ketika rampung dilanjutkan ke fitur-fitur transaksi cross border,” kata Ryan dalam taklimat media BI, dikutip Senin (24/8/2024)
Baca Juga
Ryan mengatakan, eksperimen cash ledger yang dilakukan BI, serupa yang dilakukan bank sentral Amerika Serikat (AS), the Fed, dan bank sentral Inggris, Bank of England. Cash ledger yang dimaksud untuk menguji penerbitan rupiah digital ketika berpindah dari satu tangan ke tangan lain.
“Kami sudah selesai uji coba. Kami akan bergerak ke securities ledger. Itu kita bicara digital securitiesnya yang diterbitkan dalam platform blockchain,” kata dia.
Ryan menjelaskan, cara kerja distributed ledger atau blockchain ini menarik perhatian BI. Meski demikian, masih ingin menguji apakah sistem ini cocok dengan cara kerja bank sentral. “Garis bawahnya dalam bentuk uji coba, bukan seperti kami langsung terbitkan, tapi ibaratnya dalam laboratorium,” kata dia.
Baca Juga
Gubernur BI akan Bocorkan Perkembangan Rupiah Digital Pekan Ini
Uji coba serupa terhadap mata uang digital, kata Ryan, juga sedang dilakukan the Fed. Dalam dokumen proyek dolar AS digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC), the Fed ingin eksperimen dan penelitian terhadap dolar AS digital dapat fokus terhadap efisiensi dan keamanan dalam sistem pembayaran.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan akan meluncurkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025-2030 memaparkan konsep rupiah digital. Dia mengatakan di masa depan, Indonesia akan memiliki tiga mata uang rupiah, yaitu rupiah kertas, elektronik, dan digital. “Rupiah digital akan kami persiapkan untuk masa depan,” kata dia.
Saat ini, kata Perry, rupiah digital sedang dipersiapkan dalam tahap memilih teknologi pendukungnya. “Apakah terpusat atau terdesentralisasi,” ujar dia.
“Fokus utama kami adalah apakah dan bagaimana CBDC dapat meningkatkan sistem pembayaran domestik AS yang sudah aman dan efisien,” tulis the Fed.
Baca Juga
Blockchain dan Kripto Beri Kontribusi Signifikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
CBDC secara umum didefinisikan sebagai kewajiban digital bank sentral yang tersedia secara luas untuk masyarakat umum. Saat ini di AS, uang kertas Federal Reserve atau uang karta dolar AS adalah satu-satunya jenis uang bank sentral yang tersedia untuk masyarakat umum.
“Seperti bentuk uang yang ada, CBDC akan memungkinkan masyarakat umum untuk melakukan pembayaran digital. Namun, sebagai kewajiban the Fed, CBDC akan menjadi aset digital teraman yang tersedia untuk masyarakat umum, tanpa risiko kredit atau likuiditas terkait,” tulis pernyataan itu.

