Pemerintah Evaluasi Uji Coba Tahap Pertama Program Bansos Digital
Poin Penting
|
SURAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional dan Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, menggelar rapat evaluasi pelaksanaan uji coba pertama program bantuan sosial digital (bansos digital). Uji coba tersebut telah berlangsung pada September–Oktober 2025 di Banyuwangi, Jawa Timur.
Program ini merupakan langkah awal dalam reformasi sistem perlindungan sosial agar lebih efisien, tepat sasaran, serta berbasis Digital Public Infrastructure (DPI).
“Saya mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat. Ini adalah bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghasilkan terobosan besar bagi reformasi perlindungan sosial di Indonesia,” ujar Luhut, dalam keterangan resminya, Kamis (12/2/2026).
Uji coba ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian/lembaga (K/L) serta tenaga ahli di berbagai bidang. Proses uji coba dilakukan mulai dari pendaftaran dan verifikasi penerima bantuan, interoperabilitas data, desain penyaluran bantuan, penguatan regulasi, kesiapan infrastruktur, sosialisasi kepada masyarakat, hingga mekanisme evaluasi.
Saat ini, pemerintah kini memasuki tahapan yang lebih krusial, yaitu memastikan interoperabilitas data berjalan optimal. Data lintas lembaga mulai diintegrasikan, termasuk dari Dukcapil, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, PLN, OJK, Himbara, ATR/BPN, hingga Samsat Polri. Integrasi ini memastikan bahwa penyaluran bantuan dilakukan berbasis data yang valid.
Tahapan berikutnya adalah penyiapan grievance mechanism, yaitu sistem pengaduan dan koreksi data dari masyarakat. Dengan sistem ini, masyarakat yang merasa datanya tidak sesuai dapat mengajukan perbaikan dengan alur yang jelas, transparan, dan dapat ditindaklanjuti hingga ke tingkat lapangan.
Baca Juga
Kabar Gembira Jelang Idulfitri: Bansos Triwulan I Dipastikan Cair Sebelum Lebaran
“Sistem bansos yang baik bukan hanya akurat, tetapi juga responsif. Jika ada warga yang merasa datanya keliru, sistem harus mampu menyelesaikan masalah itu dengan cepat,” ucap dia.
Bersamaan dengan itu, pemerintah menyiapkan desain penyaluran berbasis Government-to-Person (G2P) yang terintegrasi dengan Digital ID, rekening penerima, dan sistem data nasional. Pendekatan ini dilakukan secara bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan memastikan setiap tahapan diuji dan disiapkan dengan matang agar sistem benar-benar siap digunakan tanpa tergesa-gesa.
Luhut menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Penyaluran bansos harus transparan dan tepat sasaran, agar setiap anggaran yang dikeluarkan negara benar-benar menghadirkan rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar dia.
Inisiatif ini merupakan bagian dari agenda besar transformasi digital Indonesia, yang bertujuan memperkuat tata kelola bansos agar lebih tepat sasaran, efisien dan transparan.

