Harga Beras Terus Bergerak Naik ke Rp 13.590/Kg
JAKARTA, investortrust.id – Harga beras terus bergerak naik. Harga beras medium rata-rata nasional mencapai Rp 13.590/kg pada Minggu (18/8/2024), naik Rp 400/kg atau 3% secara year to date.
“Harga terendah beras medium per 18 Agustus 2024 sebesar Rp 12.380/kg di Sumatera Selatan. Sedangkan harga tertinggi Rp 16.570/kg di Papua Barat Daya,” papar Bapanas dalam keterangan pada Minggu ini.
Baca Juga
Dilema Pupuk Bersubsidi dalam Ketepatan Sasaran dan Pertanian Berkelanjutan
Beras medium adalah beras yang umumnya dikonsumsi masyarakat di Indonesia.
BPS: Harga Gabah Melonjak 15%
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan komoditas beras mengalami inflasi mencapai 0,94% pada bulan Juli 2024. Komoditas pangan pokok ini memiliki andil sebesar 0,04% terhadap keseluruhan inflasi di bulan lalu.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, inflasi beras setidaknya terjadi di 25 dari 38 provinsi di Indonesia. Hal ini menunjukkan inflasi beras terjadi tidak terbatas di satu wilayah tertentu.
"Setelah mengalami deflasi yang cukup dalam pada bulan April dan Mei 2024, komoditas beras perlahan mengalami inflasi pada dua bulan terakhir. Inflasi beras dalam dua terakhir disebabkan oleh jumlah produksi beras dalam negeri semakin berkurang, yang berkaitan dengan puncak masa panen raya padi yang telah berlalu," kata Amalia baru-baru ini.
Amalia mengungkapkan, selain beras, inflasi juga terjadi pada Gabah Kering Panen (GKP) pada Juli 2024. Harga meningkat sebesar 5,28% month to month, atau melonjak 15,43% year on year.
Harga Gabah Kering Giling juga naik 4,49% mtm, atau melambung 12,19% yoy. Rata-rata harga beras penggilingan naik 2,22% mtm, atau melonjak 14,15% yoy.
"(Sementara) untuk inflasi beras di grosir eceran adalah 1,03% mtm, atau naik 11,77% yoy. Di eceran, inflasi 0,94% mtm, atau naik 12,65% yoy," ucap Amalia.
Baca Juga
BPS sebelumnya mengumumkan, Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,18% pada Juli 2024. Indeks Harga Konsumen (IHK) turun dari 106,26 pada Juni 2024 menjadi 106,09 pada bulan lalu.
"Deflasi bulan Juli 2024 lebih dalam dari bulan Juni 2024. Ini merupakan deflasi ketiga pada 2024," ujar Amalia.
Kata Amalia, inflasi tahun ke tahun tercatat sebesar 2,13% (yoy). Sedangkan inflasi secara tahun kalender sebesar 0,89% (ytd).
“Adapun kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau. Deflasi sebesar 0,97% dan memberikan andil deflasi sebesar 0,28%,” imbuhnya.

