Jokowi Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Tinggi Dibanding Global
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selalu terjaga di kisaran 5% lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan ekonomi global. Hal ini lantaran rata-rata pertumbuhan ekonomi global berkisar di angka 3,4%.
Hal itu dikatakan Jokowi dalam pidato penyampaian RUU APBN 2025 dan Nota Keuangan pada Sidang Paripurna I DPR, di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2024).
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu terjaga di kisaran 5%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan global yang sebesar 3,4%," kata Jokowi.
Baca Juga
Jokowi Ungkap Arsitektur RAPBN Tahun 2025, Defisit Ditetapkan 2,53%
Jokowi bersyukur Indonesia mampu menghadapi tantangan yang sangat berat selama 10 tahun terakhir. Beberapa di antaranya pandemi Covid-19, gejolak geopolitik global, perang dagang dan berbagai ancaman krisis, serta perubahan iklim yang menimbulkan banyak bencana.
"Alhamdulillah, walau diterpa banyak tantangan dan ketidakpastian, kondisi
politik dan ekonomi kita tetap stabil, bahkan mampu tumbuh secara berkelanjutan," katanya.
Jokowi mengatakan, dalam 9 tahun terakhir atau pada periode 2015-2024 tenaga kerja baru bertambah sebanyak 21,3 juta. Rasio utang Indonesia juga salah satu yang paling rendah di antara kelompok negara G-20 dan ASEAN.
Baca Juga
Jokowi Bersyukur Inflasi Terjaga 2-3% saat Negara Lain Tembus 200%
"Di sisi lain, nilai ekspor Indonesia naik lebih dari 70%, mencapai US$ 259 miliar di tahun 2023. Neraca transaksi berjalan secara bertahap terus menguat. Neraca dagang selalu mencatat surplus selama 51 bulan terakhir," katanya.

