Jokowi Bersyukur Inflasi Terjaga 2-3% saat Negara Lain Tembus 200%
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersyukur karena Indonesia mampu menjaga inflasi berada di kisaran 2-3%. Hal ini lantaran terdapat negara yang inflasinya menembus angka 200%.
Hal itu disampaikan Jokowi dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR/DPD di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2024).
"Inflasi juga terkendali di kisaran 2-3% saat banyak negara mengalami kenaikan yang luar biasa, bahkan ada yang mencapai lebih dari 200%," kata Jokowi.
Baca Juga
Jokowi Tak Paksakan ASN Pindah ke IKN per September, Ternyata Gara-Gara Ini
Jokowi mengatakan, Indonesia menjadi satu dari sedikit negara yang mampu pulih lebih cepat dari pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi Indonesia terjaga di atas 5% saat negara lain tidak tumbuh. Bahkan, kata Jokowi, Maluku Utara tumbuh 20%.
"Patut kita syukuri, alhamdulillah, Indonesia merupakan satu dari sedikit negara yang mampu pulih lebih cepat, bahkan terus bertumbuh. Pertumbuhan ekonomi kita terjaga di atas 5%, walau banyak negara tidak tumbuh, bahkan melambat. Wilayah Indonesia timur seperti Papua dan Maluku justru mampu tumbuh di atas 6% dan Maluku Utara mampu tumbuh di atas 20%," katanya.
Tak hanya itu, Jokowi menyatakan, angka kemiskinan ekstrem juga berhasil dipangkas dari sebelumnya 6,1% menjadi 0,8% di 2024. Angka stunting mampu
turun dari sebelumnya 37,2% menjadi 21,5% di 2023.
"Tingkat pengangguran juga mampu kita tekan dari sebelumnya 5,7% menjadi 4,8% di tahun
2024," katanya,
Jokowi menambahkan, dalam upaya perlindungan bagi masyarakat ekonomi bawah, pemerintah telah merogoh Rp 361 triliun untuk Kartu Indonesia Sehat selama 10 tahun terakhir, Anggaran itu untuk membiayai layanan kesehatan lebih dari 92 juta peserta JKN per tahun, mulai dari usia dini sampai lansia yang tersebar di seluruh Indonesia. Pemerintah juga telah mengeluarkan Rp 113 triliun untuk Kartu Indonesia Pintar selama 10 tahun yang dimanfaatkan oleh 20 juta siswa per tahun, mulai dari tingkat SD sampai SMA/ SMK di seluruh Indonesia.
"Rp 225 triliun anggaran Program Keluarga Harapan selama 10 tahun telah dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi sekitar 10 juta keluarga kurang mampu per tahun," katanya.
Baca Juga
TNI Diminta Bentuk Angkatan Siber, Bamsoet Ungkap Sejumlah Alasan Ini
Untuk prakerja, Jokowi mengatakan, anggaran sebesar Rp 60,3 triliun yang telah dikeluarkan pemerintah telah dimanfaatkan untuk menambah keahlian 18,8 juta pekerja di seluruh Indonesia dalam lima tahun terakhir. Jokowi menekankan, berbagai angka ini menunjukkan pembangunan yang dicita-citakan karena menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
"Pembangunan yang memberi dampak bagi masyarakat luas. Pembangunan yang membuka peluang untuk tumbuh bersama," katanya.

