Perkasa, Kurs Rupiah Ditutup Melejit ke Rp 15.691/USD
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah dibuka perkasa terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan di pasar spot valas, pada Rabu (14/8/2024) pagi. Sepanjang perdagangan hari ini, kurs rupiah melejit.
Pada Rabu (14/8/2024) ini, nilai tukar rupiah ahirnya ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), mata uang Garuda melesat 194 poin, menguat ke level Rp 15.691/USD. Hari sebelumnya, rupiah bertengger di posisi Rp 15.885/USD.
Dari pantauan di pasar spot valas yang dilansir Yahoo Finance, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap greenback juga terlihat impresif. Hingga pukul 16.45 WIB, mata uang rupiah bergerak menguat 154 poin ke level Rp 15.675/USD, dibanding di posisi Rp 15.829/USD pada penutupan perdagangan kemarin.
| Perkembangan rupiah terhadap USD berdasarkan kurs Jisdor BI dalam lima tahun terakhir, hingga 14 Agustus 2024. Infografis: Diolah Riset Investortrust. |
Baca Juga
The Fed akan Turunkan Bunga Beberapa Kali, Kurs Rupiah Melonjak Tembus Rp 15.689/USD
Terkait melemahnya dolar AS terhadap mata uang regional termasuk rupiah, analis PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebut hal itu tak lepas dari data indeks harga produsen AS yang lebih lemah dari perkiraan. Data yang dirilis pada Selasa (13/8/2024) kemarin meningkatkan harapan bahwa inflasi di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu akan mereda.
"Federal Reserve akan memiliki lebih banyak dorongan untuk memangkas suku bunga. Pembacaan tersebut muncul tepat sebelum data inflasi indeks harga konsumen, yang akan dirilis pada hari Rabu. Ini juga diharapkan menunjukkan inflasi mereda pada bulan Juli 2024, meski sedikit," kata Ibrahim dalam keterangan di Jakarta, Rabu (14/8/2024).
Baca Juga
Sepekan Asing Masuk, Net Buy Saham Rp 0,5 Triliun Selasa, SBN Rp 1,4 Triliun
Prospek Ekonomi Lebih Cerah
Prospek pemangkasan suku bunga menghadirkan prospek yang lebih cerah bagi ekonomi AS, terutama di tengah kekhawatiran baru-baru ini bahwa pertumbuhan yang melambat akan membutuhkan pemangkasan suku bunga lebih lanjut dari The Fed. Fed Funds Rate sudah lama bertahan tinggi 5,25-5,50%.
"Menurut CME Fedwatch, para pedagang sedikit lebih condong ke arah pemangkasan 50 basis poin pada bulan September, dibandingkan pemangkasan 25 bps setelah rilis data hari Selasa tersebut. Selain data inflasi, data produksi industri dan penjualan ritel dari AS dan Cina juga akan dirilis minggu ini," ujarnya.

