The Fed akan Turunkan Bunga Beberapa Kali, Kurs Rupiah Melonjak Tembus Rp 15.689/USD
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah menguat tajam dalam pembukaan perdagangan Rabu (14/8/2024) pagi. Dilansir Yahoo Finance, hingga pukul 10.00 WIB mata uang Garuda menguat 140 poin terhadap dolar Amerika Serikat, bergerak ke level Rp 15.689/USD.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro menyorot sejumlah hal yang menjadi sentimen terdepresiasinya dolar AS. "Yield obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun turun hingga di bawah 3,9%, mendekati level terendah dalam satu tahun sebesar 3,8% pada tanggal 2 Agustus. Hal itu karena bukti baru pelemahan inflasi mendukung spekulasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunganya beberapa kali di tahun ini, yang merangsang permintaan untuk aset pendapatan tetap," katanya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (14/8/2024).
Sementara itu, ekspektasi inflasi konsumen AS untuk tahun depan tidak berubah sebesar 3% pada Juli 2024, sama seperti pada Juni. Ekspektasi harga komoditas tahun depan turun untuk gas (-0,8 poin persentase menjadi 3,5%) dan makanan (-0,1 poin persentase menjadi 4,7%).
Menanti Data Inflasi Teranyar
Untk harga produsen di AS naik tipis 0,1% dari bulan sebelumnya pada 24 Juli. Ini di bawah ekspektasi kenaikan lebih cepat sebesar 0,2%, sementara indeks inti secara tak terduga menahan kenaikan.
Baca Juga
Baca Juga
Kemarin, kurs Bank Mandiri mencatat rupiah terapresiasi sebesar 0,76% ke Rp 15.833/USD dan terdepresiasi sebesar 2,83% year to date.
"Indeks dolar di kisaran 103,1 karena investor menantikan data inflasi utama minggu ini, untuk mendapatkan konfirmasi bahwa pertumbuhan harga terus stabil," kata Andry.

