Kemenkeu Investigasi Penurunan PMI Manufaktur, Kenapa Setelah Industri Mati?
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperian) menanggapi langkah Kementerian Keuangan untuk menginvestigasi penurunan Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia untuk periode Juli 2024.
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mempertanyakan langkah Menkeu Sri Mulyani tersebut. Pasalnya, Febri menilai hal itu dilakukan setelah industri manufaktur di Tanah Air sudah tertekan.
"Mengapa setelah industri mati baru diinvestigasi?," ucap Febri saat ditemui di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2024).
Baca Juga
Blak-blakan Bongkar Data Kontainer dari Bea Cukai Hanya 12 Ribu, Kemenperin: Sisanya Mana?
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan akan mempelajari penurunan purchasing manager’s index (PMI) pada Juli 2024 hingga berada di level 49,3. Sri Mulyani masih mempelajari faktor yang menyebabkan penurunan PMI manufaktur Indonesia tersebut.
“Kami juga pelajari faktor yang menyebabkan PMI ada di level 49,3. Seperti diketahui pada bulan lalu juga sudah terkoreksi turun dan sekarang turun di bawah 50,” kata Sri Mulyani saat di kantor pusat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Jakarta, Jumat (2/8/2024).
Meski demikian, Sri Mulyani menyebut ada beberapa faktor yang diidentifikasi menjadi penyebab penurunan PMI manufaktur di Juli 2024. Dia mengatakan identifikasi ini dilakukan untuk mengambil langkah korektif agar menjadi lebih baik.
Baca Juga
Kemenperin Tuding Data 26.000 Kontainer Tak Transparan, Begini Respons Bea Cukai
“Yang sebabkan penurunan adalah permintaan baru, artinya demand side dari barang-barang manufaktur. Bisa domestik, tetapi bisa juga ekspor,” kata dia.
Diketahui, berdasarkan data S&P Global Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia untuk Juli 2024, yakni sebesar 49,3, turun dibandingkan Juni 2024 pada angka 50,7. Posisi ini menunjukkan kontraksi pertama kalinya sejak Agustus 2021 atau setelah 34 bulan berturut-turut ekspansi.
Baca Juga
PMI Manufaktur Turun, Menkeu Bakal Investigasi Sisi Permintaan
Kontraksi PMI manufaktur Indonesia pada Juli 2024 dipengaruhi oleh penurunan bersamaan pada output dan pesanan baru. Permintaan pasar yang menurun merupakan faktor utama penyebab penjualan turun.
Dalam hasil survei disebutkan, produsen merespons kondisi ini dengan sedikit mengurangi aktivitas pembelian mereka pada bulan Juli, yang mana hal ini menandai penurunan pertama sejak bulan Agustus 2021.

