Blak-blakan Bongkar Data Kontainer dari Bea Cukai Hanya 12 Ribu, Kemenperin: Sisanya Mana?
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempertanyakan jumlah 26.415 kontainer yang tertahan di pelabuhan. Pasalnya, berdasarkan rincian data kontainer yang dilampirkan pada surat yang dikirimkan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berbeda.
Data pada lampiran surat itu, kontainer terdiri atas 3 kelompok berdasarkan board economic category (BEC), yakni bahan baku dan penolong, barang-barang konsumsi, dan barang modal. Jika ditotal, jumlahnya jauh di bawah klaim Bea Cukai sebanyak 26.415 kontainer.
"Kalau ditotal dari 3 kelompok barang 10 besar ini hanya ada 12.994 kontainer," ucap Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif di kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2024).
Baca Juga
Kemenperin Tuding Data 26.000 Kontainer Tak Transparan, Begini Respons Bea Cukai
Berdasarkan 10 besar kelompok bahan baku terdapat total 7.557 kontainer, kemudian kelompok barang konsumsi 3.021 kontainer, dan kelompok barang modal ada sebanyak 2.416 kontainer.
Padahal pada surat balasannya, Dirjen Bea dan Cukai menyampaikan data isi dari 26.415 kontainer yang dikelompokkan berdasarkan Board Economic Category (BEC). Di antaranya, sebanyak 21.166 kontainer berupa bahan baku dan penolong (80,13%), barang-barang konsumsi sebanyak 3.356 kontainer (12.7%), dan barang-barang modal sejumlah 1.893 kontainer (7,17%).
"Kalau dibagi dengan 26.415 kontainer, itu presentasinya 49,2%, sisanya belum dijelaskan. Datanya mana? Berapa kontainer itu ada kode HS yang lain?" ungkapnya.
Baca Juga
Kemenperin Bantah Telah Terima Surat Penjelasan Isi 26.000 Kontainer dari Dirjen Bea Cukai
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menanggapi terkait pernyataan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang menyebut penjelasan isi 26.415 kontainer yang sempat tertahan dan diloloskan dari pelabuhan beberapa bulan lalu tidak lengkap dan datanya hanya sebagian.
Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai Nirwala Dwi Heriyanto menyebutkan bahwa pihaknya telah memberikan data yang lengkap sebagaimana permintaan dalam surat yang dilayangkan oleh Kemenperin beberapa waktu lalu.
"Loh, kalau belum jelas, ya nanya lagi. Ya kan? Orang kita ada lampirannya," ucap Nirwala saat ditemui di kawasan Cikarang, Jawa Barat, Selasa (6/8/2024).

