Gubernur BI: Sinergi Merah Putih Diperlukan untuk Tekan 'Undisbursed Loan' dan Inflasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan bahwa bank sentral mendorong sinergi lintas kementerian/lembaga. Sinergi Merah Putih ini diharapkan dapat mendorong sisi permintaan di tengah masih besarnya undisbursed loan.
“Sinergi itu bukan hanya tentang bekerja bersama, tapi tentang menyatukan kekuatan, saling melengkapi dan melangkah seirama untuk mencapai hasil yang lebih baik dari pada kalau kita kerjakan sendiri,” kata Destry, saat Sarasehan 100 Ekonom yang digelar Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Destry juga menyebut, kolaborasi dan sinergi bank sentral dengan pemerintah serta dunia usaha akan mampu mendorong pelaku usaha memperluas ekspansinya, hingga meningkatkan produktivitas yang berujung pada penciptaan lapangan kerja. Langkah ekspansi diproyeksikan akan mampu mengurangi besaran kredit yang belum tersalurkan (undisbursed loan), yang nilainya cukup signifikan saat ini.
“Sinergi dengan pemerintah dan dunia usaha menjadi penting untuk memastikan likuiditas yang tersedia benar-benar bermuara pada ekspansi usaha, peningkatan produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja,” kata dia.
BI mencatat hingga awal Agustus 2026, undisbursed loan mencapai Rp 2.548 triliun atau 21,81% dari plafon kredit yang tersedia. Sementara itu, total insentif yang sudah diberikan BI kepada perbankan mencapai Rp 446,5 triliun atau 5,02% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK).
Baca Juga
Selain untuk meningkatkan likuiditas, sinergi yang digagas Destry juga diharapkan dapat menjaga inflasi dalam jangkar 2,5% plus minus 1%. Upaya menahan inflasi ini muncul karena ada kecenderungan melonjaknya inflasi di negara maju.
Di dalam negeri, pada Agustus 2026, inflasi tercatat sebesar 3,19% secara tahunan. Inflasi yang melambung terjadi pada komponen harga diatur pemerintah sebesar 3,32% secara tahunan dan inflasi harga bergejolak sebesar 4,06% secara tahunan.
“Artinya, dua komponen inflasi ini sudah menyumbang 35% dari pembentukan inflasi secara keseluruhan,” ujar dia.
Untuk mengatasi inflasi harga bergejolak, BI bersinergi dengan pemerintah daerah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan target membawa inflasi dalam kisaran 2,5% plus minus 1%.
