Prabowo Bidik Penghematan Rp360 Triliun, Dana Dialihkan untuk Renovasi Sekolah, Puskesmas, dan Rumah Sakit
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Prabowo Subianto menargetkan penghematan hingga Rp360 triliun per tahun dari perbaikan sistem pengadaan barang dan jasa dalam RAPBN 2027. Dana hasil efisiensi akan digunakan untuk mempercepat renovasi sekolah, puskesmas, rumah sakit, dan berbagai layanan publik yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
"Setiap rupiah yang berhasil kita hemat adalah ruang fiskal tambahan yang dapat kita gunakan untuk rakyat kita," kata Prabowo dalam Pidato Penyampaian RAPBN 2027 dan Nota Keuangan 2027 di hadapan Rapat Paripurna DPR RI, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut Prabowo, selama ini banyak kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah (pemda) membeli barang yang sama secara terpisah dengan harga berbeda-beda. Akibatnya, daya tawar pemerintah menjadi lemah dan negara membayar jauh lebih mahal untuk barang yang sama.
Baca Juga
Prabowo Minta Masyarakat Isi Sensus Ekonomi 2026 dengan Jujur
Presiden mencontohkan, layar pintar interaktif untuk sekolah sebelumnya dibeli pemda seharga Rp150 juta per unit. “Setelah pengadaannya dikonsolidasikan pemerintah pusat dapat diperoleh hanya Rp26 juta per unit, termasuk biaya pengiriman dan pemasangan hingga ke daerah terpencil,” tutur dia.
Berbekal efisiensi itu, menurut Prabowo, pemerintah menyusun RAPBN 2027 dengan belanja negara Rp4.097,2 triliun, naik dari Rp3.842,7 triliun pada APBN 2026. Pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.426 triliun dengan defisit 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB), lebih rendah dibandingkan target defisit tahun sebelumnya.
Prabowo mengungkapkan, pemerintah mulai 2027 akan merenovasi 10.000 puskesmas di 7.280 kecamatan di seluruh Indonesia. Setiap puskesmas akan memperoleh anggaran perbaikan sekitar Rp4 miliar, dengan prioritas lebih besar bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Pemerintah juga akan membangun dan merevitalisasi 514 laboratorium kesehatan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota. Program ini ditargetkan rampung paling lambat pada 2030,” ujar dia.
Prabowo menegaskan, puskesmas harus menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan karena merupakan titik pertama masyarakat memperoleh layanan medis. Pemerintah bahkan berencana menghadirkan ambulans udara dan dokter terbang untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.
Selain itu, kata Kepala Negara, pemerintah akan membangun dan merevitalisasi 441 rumah sakit umum daerah (RSUD) agar setiap kabupaten dan kota memiliki fasilitas kesehatan yang memadai untuk menangani penyakit-penyakit utama, seperti kanker, jantung, stroke, dan gangguan ginjal.
Di sektor pendidikan, pemerintah menargetkan seluruh sekolah yang mengalami kerusakan dapat direnovasi paling lambat pada 2029. “Ini merupakan program renovasi sekolah terbesar dalam sejarah Indonesia,” tegas dia.
Baca Juga
Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada 8 Komoditas, Impor Solar Dihentikan Mulai 1 Juli 2026
Presiden menyatakan, tidak hanya memperbaiki bangunan, pemerintah juga akan mempercepat digitalisasi pendidikan. Setiap sekolah ditargetkan memiliki empat layar pintar interaktif pada akhir 2026 untuk mendukung pembelajaran digital dan sistem pembelajaran jarak jauh yang memungkinkan guru terbaik mengajar siswa di berbagai daerah secara bersamaan.
Prabowo juga kembali menegaskan cita-citanya agar seluruh sekolah negeri pada akhirnya tidak lagi memungut biaya dari peserta didik. “Pendidikan merupakan hak setiap anak Indonesia dan negara harus hadir untuk menjaminnya,” tandas dia.
Presiden mengemukakan, di luar sektor layanan dasar, pemerintah tetap mempertahankan target pertumbuhan ekonomi yang ambisius. Pada 2027, ekonomi Indonesia ditargetkan tumbuh 6%, lebih tinggi dibanding target 2026 sebesar 5,4%. Inflasi dijaga pada level 2,5%, sedangkan kemiskinan ditargetkan turun menjadi 6,0-6,5% dan pengangguran menjadi 4,3-4,87%.

