Kendati Melemah, Rupiah Tetap Pertahankan Posisi di Bawah Rp 18.000 per Dolar AS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Rupiah melemah 0,26% menjadi Rp 17.796 per dolar AS.
Dari papan data Bloomberg, pelemahan juga terjadi pada sejumlah mata uang di kawasan Asia. Rupee India melanjutkan pelemahan sebesar 0,09%, ringgit Malaysia sebesar 0,05%, dan peso Filipina sebesar 0,4%.
Berbanding terbalik, sejumlah mata uang di kawasan Asia bergerak menguat. Yen Jepang menguat 0,08%, yuan China menguat 0,01%, doalr Singapura menguat 0,02%, dan baht Tailan menguat 0,07%.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro menjelaskan bahwa indeks dolar AS atau DXY sedikit menguat ke level 99,7 pada Senin, setelah turun 0,4% pada pekan lalu yang membawa dolar AS ke level terendah dalam dua bulan.
Baca Juga
Pelaku pasar kini menantikan laporan CPI AS pekan ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai tekanan inflasi, setelah laporan ketenagakerjaan pada Jumat menunjukkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan dan menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September.
Probabilitas kenaikan suku bunga tersebut saat ini berada di sekitar 46%, turun dari sekitar 64% sepekan sebelumnya. Sementara itu, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga diperkirakan sekitar 54%.
Pelaku pasar terus mencermati perkembangan di Timur Tengah dan negosiasi yang sedang berlangsung untuk membuka kembali Selat Hormuz, meskipun kesepakatan antara AS dan Iran tampaknya kecil kemungkinan tercapai dalam waktu dekat.
DXY sebagian besar menguat terhadap yen, dengan mata uang Jepang memangkas sebagian penguatannya yang didorong oleh intervensi, meskipun masih berada jauh di atas level terendah dalam beberapa dekade yang dicapai pada akhir bulan lalu.

