Rupiah Menguat karena Sinyal Presiden Tentang Sosok Gubernur BI Baru?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (31/7/2026). Rupiah menguat tipis 0,2% menjadi Rp 18.074 per dolar AS pada pukul 09.01 WIB.
Selain rupiah, empat mata uang di Asia turut menguat. Bloomberg mencatat penguatan mata uang terjadi pada yuan China sebesar 0,03%, ringgit Malaysia sebesar 0,11%, peso Filipina sebesar 0,31%, dan baht Tailan sebesar 0,04%.
Sementara itu, sejumlah mata uang di Asia bergerak melemah dari dolar AS. Pelemahan dipimpin yen Jepang dengan melemah 0,73%, rupee India juga turut melemah 0,03%, dan dolar Singapura melemah 0,19%.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro menjelaskan, Indeks Dolar AS (DXY) melanjutkan pelemahannya ke sekitar 100,3 pada Kamis, level terendah dalam sekitar enam minggu, setelah turun 0,6% pada sesi sebelumnya. Investor terus mencermati hasil rapat FOMC terbaru serta konferensi pers Ketua The Fed, Kevin Warsh.
Ketua The Fed Kevin Warsh kembali menegaskan komitmen bank sentral untuk mengendalikan inflasi dan menekankan bahwa para pembuat kebijakan tidak akan ragu untuk bertindak apabila diperlukan. Namun, Warsh tidak termasuk di antara pihak yang mendorong kenaikan suku bunga secara langsung saat ini serta tidak memberikan panduan yang jelas mengenai arah kebijakan ke depan (forward guidance).
“Akibatnya, investor kembali menurunkan ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat dan semakin memandang bahwa bank sentral hanya menunda kenaikan biaya pinjaman yang mereka anggap pada akhirnya tidak dapat dihindari,” kata Andry, Jumat (31/7/2026).
Keputusan ini sesuai ekspektasi pasar. Bahwa The Fed mempertahankan suku bunga acuan, meskipun tiga anggota FOMC memberikan suara untuk mendukung kenaikan suku bunga.
Terlepas dari pernyataan tersebut, pasar di dalam negeri mulai merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang sosok pengganti Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Momen itu terjadi saat menghadiri acara akad massal 62.000 unit KPR FLPP di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Mulanya, Prabowo menyapa para pejabat dan tamu undangan yang hadir dalam acara itu. Kepala Negara meluruskan pernyataan dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, yang menyebut jabatan Destry sebagai deputi senior gubernur Bank Indonesia.
"Menteri Perumahan salah tadi, ini ibu Destry adalah pejabat, pejabat gubernur sementara. Jadi pejabat," kata Prabowo.
Prabowo pun melontarkan canda mengenai kemungkinan Destry menjadi gubernur definitif BI.
"Kayaknya gimana? oke ya?" kata Prabowo.
"Terserah DPR nanti ya" ucap Prabowo.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi enggan berspekulasi mengenai nama calon gubernur definitif Bank Indonesia (BI) pengganti Perry Warjiyo yang mengundurkan diri. Pras, sapaan Prasetyo Hadi menegaskan hanya Presiden Prabowo yang mengetahui nama calon gubernur BI.
"Ya hanya beliau yang tahulah," kata Pras sambil tertawa.
